Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Masalah Kulit Ini Bisa Jadi Penanda Kondisi Psikologis

Jumat 14 Jun 2019 04:15 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Jerawat/Ilustrasi

Jerawat/Ilustrasi

Foto: corbis.com
Contoh masalah kulit yang bisa timbul akibat kondisi psikologis yaitu hiperhidrosis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian baru-baru ini mengonfirmasi bahwa kulit bertindak sebagai penanda stres langsung serta target respons stres. Kulit sering kali merupakan hal pertama yang memantulkan stres secara lahiriah.

"Kulit kita mengandung kelenjar keringat, pembuluh darah, ujung saraf dan sel-sel yang dikendalikan oleh sistem kekebalan dan saraf kita, yang pada gilirannya mudah dipicu oleh kesehatan mental kita," jelas Dermatologis Adrian Lim dilansir Body and Soul belum lama ini. Contoh masalah kulit yang bisa timbul akibat kondisi psikologis yaitu hiperhidrosis, jerawat, dan psoriasis.

1. Hyperhidrosis

Hyperhidrosis adalah nama yang diberikan untuk berkeringat berlebihan atau tidak terkendali dan tidak berhubungan dengan suhu tubuh atau olahraga. Diperkirakan 7,8 juta orang atau 2,8 persen dari populasi memiliki hiperhidrosis.

Hyperhidrosis dapat berdampak serius pada kesehatan fisik, sosial, dan mental seseorang. Penelitian yang dipublikasikan awal tahun ini mengonfirmasi hubungan antara hiperhidrosis dan depresi. Hasil dari penelitian ini menemukan orang dengan hiperhidrosis, terutama bentuk parah, memiliki tingkat depresi lebih tinggi daripada mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

2. Jerawat

Acne vulgaris (jerawat) adalah kondisi kulit yang sangat umum yang memengaruhi sebagian besar populasi di beberapa titik dalam hidup mereka. Ini terjadi ketika folikel rambut dan kelenjar minyak yang terkait (sebaceous) tersumbat dan meradang.

Stres dan kecemasan menyebabkan peradangan kronis pada tubuh yang menyebabkan lonjakan kortisol. Kondisi ini mendorong kelenjar sebaceous kita untuk menghasilkan minyak yang lebih kental dan lengket, yang menempel pada kulit mati dan pada gilirannya menghambat pori-pori. Stres juga dapat mendorong pertumbuhan bakteri jahat sehingga menjadi lingkungan yang sempurna untuk berjerawat.

3. Psoriasis

Diperkirakan ada 19 ribu pria dan wanita Australia yang hidup dengan psoriasis plak kronis yang parah. Kebanyakan orang menderita penyakit ini sebelum usia 45 tahun, yang sering muncul sebagai bercak kulit tebal, merah, bersisik, yang dikenal sebagai 'plak'.

Pada orang yang hidup dengan psoriasis, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara abnormal terhadap kondisi lingkungan tertentu. Respon peradangan menghasilkan produksi kulit berlebih, dengan kelebihan kulit menumpuk di permukaan kulit sebagai 'plak' . Stres adalah konsekuensi dari hidup dengan psoriasis dan merupakan penyebab timbulnya psoriasis. Karena itu, psoriasis berhubungan dengan depresi klinis, kecemasan, pengucilan sosial dan diskriminasi.

Dokter kulit adalah spesialis dalam diagnosis, perawatan, dan pencegahan penyakit kulit dan kanker. Diskusikan masalah kulit, rambut atau kuku dengan dokter. Mereka akan memberi tahu apakah Anda memerlukan rujukan ke dokter kulit untuk mendapatkan saran spesialis dan untuk menemukan rencana perawatan terbaik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA