Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Cara untuk Jadi Tamu Jempolan Menurut Pelayan Hotel

Jumat 07 Jun 2019 02:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Tamu yang tidak ingin diganggu bisa menggantungkan kartu 'do not disturb' di pintunya.

Tamu yang tidak ingin diganggu bisa menggantungkan kartu 'do not disturb' di pintunya.

Foto: Flickr
Pelayan hotel ingin tamunya mengetahui sejumlah cara untuk jadi tamu jempolan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kesehariannya, pelayan hotel seringkali dipertemukan dengan berbagai macam tamu. Tak sedikit tamu hotel yang meninggalkan kamarnya dalam keadaan sangat kotor.

Seandainya bisa, pelayan hotel mungkin akan memberi tahu tamu hotel mengenai etika yang baik selama menginap di hotel. Business Insider telah meminta pendapat dari beberapa mantan pelayan hotel terkait apa yang kira-kira mereka ingin sampaikan kepada tamu hotel, namun tak bisa mereka utarakan semasa bekerja karena terbentur peraturan. Berikut cara untuk menjadi tamu jempolan dari pelayan hotel:

Matikan semua perangkat sebelum check out
Mantan pelayan hotel dari Hampton Inn mengatakan, tamu hotel sebaiknya mematikan semua perangkat elektronik sebelum meninggalkan kamar mereka. Bila perangkat elektronik seperti televisi masih terdengar menyala, sulit bagi pelayan hotel untuk mengetahui apakah di dalam kamar masih ada orang atau tidak.

Pelayan hotel biasanya harus mengonfirmasi terlebih dahulu ke bagian petugas resepsionis. Namun, hal ini akan memakan banyak waktu karena petugas resepsionis sering kali dalam keadaan sibuk.

Mantan pelayan hotel ini juga mengingatkan agar tamu hotel tak meninggalkan tanda "Jangan Ganggu" di pintu bila akan check out dari hotel.

Jangan warnai rambut di wastafel
Tamu hotel sebaiknya tidak mewarnai rambut mereka di wastafel hotel. Dibutuhan waktu yang cukup lama untuk bisa membersihkan bekas pewarna rambut yang tercecer di kamar mandi.

Silakan tinggalkan makanan ringan untuk pelayan hotel
Pelayan hotel bekerja dengan keras untuk bisa membuat tiap kamar hotel terasa nyaman dan bersih untuk ditinggali. Mantan pelayan hotel di Australia mengungkapkan, tak ada hal yang lebih menyenangkan selain menemukan minuman dingin atau makanan ringan yang sengaja ditinggalkan tamu untuk mereka.

"Bila Anda ingin bersikap baik kepada pelayan Anda, maka Anda bisa meninggalkan es krim atau minuman yang masih bersegel (untuk pelayan hotel)," kata sumber anonim tersebut.

Tumpuk jadi satu
Tamu hotel sebenarnya tidak harus melakukan hal ini. Akan tetapi, itu akan sangat memudahkan pelayan hotel bila tamu mau menumpuk handuk, seprai, hingga linen yang sudah terpakai menjadi satu di lantai.

Jangan rapikan kasur
Sebagian tamu hotel mungkin akan merapikan sendiri kasur mereka setelah digunakan dengan tujuan yang baik. Akan tetapi hal seperti ini sebaiknya tidak dilakukan karena dapat membuat pelayan hotel berpikir bahwa kasur tersebut tidak digunakan.

Baca Juga

Akibatnya, pelayan hotel mungkin tidak akan mengganti seprai kasur dengan yang baru.

"Jadi lebih baik biarkan kasur terlihat seperti sudah ditiduri," jelas mantan pelayan hotel di Australia.

Jangan ragu minta tambahan kantung sampah dan cucian

Sebagian tamu hotel cenderung membuang sampah di lantai kamar ketika tempat sampah mereka penuh. Hal yang sama juga terjadi ketika kantung laundry sudah terisi penuh.

Tamu hotel cenderung akan meninggalkan pakaian-pakaian kotor di lantai begitu saja. Akan lebih baik bila tamu hotel meminta tambahan kantung sampah atau kantung cucian bila membutuhkan.

"Kami tidak masalah membantu Anda menjaga ruang kamar Anda tetap bersih, tapi kami tidak ingin berjalan ke sana-kemari dengan pakaian-pakaian kotor Anda di lantai," ujar mantan pelayan hotel dari Hampton Inn.

Simpan sampah di satu tempat
Tamu hotel sebaiknya tidak malas untuk membuang sampah mereka sendiri di dalam kamar. Bila tamu hotel menempatkan sampah di satu tempat, hal itu akan sangat membantu pelayan untuk membersihkan kamar. Waktu mereka akan terhemat karena tak harus memungut sampah yang tercecer di lantai.

Buang perangkat medis sekali pakai
Terkadang tamu hotel membawa obat-obatan sekali pakai ke kamar mereka, misalnya, obat insulin suntik. Tamu hotel sebaiknya memiliki kesadaran lebih untuk membuang jarum sekali pakai dengan aman sehingga tak melukai pelayan hotel.

Seorang mantan pelayan hotel mengaku pernah terluka oleh jarum suntik milik tamu hotel. Ia harus menghabiskan waktu sektiar enam bulan untuk menjalani pengecekan darah dan mengonsumsi obat demi melindungi diri dari kemungkinan yang tak diinginkan.

Gunakan tanda 'Jangan Ganggu'
Tamu hotel sebaiknya menggantung tanda 'Jangan Ganggu' di depan pintu bila tak ingin pelayan hotel masuk saat mereka berada di dalam kamar. Sering kali pelayan hotel mendapat cacian dari tamu hanya karena mereka tidak menggantungkan tanda ini di pintu.

Perlakuan manusiawi
Hal terpenting yang tak boleh dilupakan oleh tamu hotel adalah memperlakukan pelayan hotel dengan manusiawi. Tamu hotel tak boleh memandang rendah pelayan hotel, karena mereka hanya melakukan pekerjaannya untuk membuat kamar hotel terasa nyaman dan bersih untuk ditempati.

"Kami memiliki pekerjaan untuk dilakukan, dan melayani Anda dan kamar Anda adalah pekerjaan kami," kata mantan pelayan yang tak disebutkan namanya untuk alasan kerahasiaan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA