Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Tiga Cara Antisipasi Lesunya Penjualan Usai Ramadhan

Kamis 06 Jun 2019 05:50 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Pramuniaga melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).

Pramuniaga melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Terdapat penurunan penjualan di berbagai industri satu pekan setelah hari raya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bulan Ramadhan, transaksi penjualan naik tajam. Tetapi ketika memasuki masa-masa Idul Fitri penjualan mulai menurun. Head of Data Analyst Moka, Hutami Nadya, menjelaskan Moka merilis data-driven insight yang bisa dimanfaatkan oleh pebisnis.

Baca Juga

Menurutnya terlepas dari angka pertumbuhan bisnis yang positif, terdapat penurunan penjualan di berbagai industri satu pekan setelah hari raya. Adapun penurunan yang terjadi sejumlah 42,5 persen pada gerai kuliner, 67,75 persen pada gerai ritel, dan 70 persen pada gerai servis.

Untuk menyiasati lesunya penjualan pascaramadhan, diperlukan strategi khusus agar pengusaha tetap dapat meningkatkan performa bisnisnya. “Dapat disimpulkan bahwa puncak penurunan transaksi akan terjadi di Idul Fitri. Namun penjualan akan kembali naik pada pekan pertama setelah Idul fitri,” jelasnya. Berikut kiat yang dapat diterapkan demi menjaga kestabilan penjualan pascaramadhan.

1. Perpanjang periode promo

Menurut Hutami, sebagian besar pebisnis memutuskan untuk membuat promo selama Ramadhan sampai hari terakhir Ramadhan. Cobalah untuk tetap mengadakan promo atau diskon sampai satu pekan setelah Idul Fitri untuk mengantisipasi penurunan drastis.

2. Tawarkan produk baru

Jumlah toko yang menjual bingkisan lebaran meningkat 2,4 kali lipat dibandingkan hari biasa. Penjualan bingkisan lebaran per outlet juga meningkat sebesar 107 persen di bulan Ramadhan. Selain bingkisan Lebaran, Anda juga bisa menjual kue kering khas Lebaran. Tiga kue kering paling populer adalah nastar, semprit, dan stik keju.

3. Manfaatkan fitur program loyalitas

Meningkatkan program loyalitas dengan menawarkan reward khusus setelah Ramadhan dapat diterapkan untuk menjaga roda bisnis tetap stabil. Faktanya, pengeluaran rata-rata loyalty member lebih besar dibanding non member.

Program loyalitas bisa meningkatkan customer retention. Loyalty program juga membantu meningkatkan jumlah pelanggan baru. Rata-rata merchant menggunakan loyalty program berhasil mendapatkan pelanggan baru tujuh kali lebih banyak. Sebanyak 58 persen pelanggan baru adalah loyalty member.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA