Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Cara Menolong Orang yang Terkena Serangan Jantung Saat Mudik

Jumat 31 May 2019 18:30 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Nyeri di dada, bisa jadi pertanda sakit jantung

Nyeri di dada, bisa jadi pertanda sakit jantung

Foto: Boldsky
Serangan jantung termasuk salah satu penyakit yang mungkin muncul saat mudik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu penyakit yang mungkin muncul saat mudik atau liburan adalah serangan jantung. Waspadalah dan ketahui bagaimana pertolongan pertama pada serangan jantung.

Dr A Sari Sri Mumpuni SpJP (K) menjelaskan, serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung. Alhasil, jantung tidak mendapatkan oksigen.

Baca Juga

Jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati. Kondisi ini juga disebut infark miokard, yaitu keadaan gawat darurat yang dapat berakibat fatal.

"Serangan jantung terjadi jika secara tiba-tiba di salah satu pembuluh darah arteri tersumbat oleh bekuan darah sehingga aliran darah berkurang atau tidak ada aliran sama sekali," jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pondok Indah (RSPI)-Pondok Indah disela acara Media Trip ke Bogor yang diselenggarakan RSPI belum lama ini.

Ketika itu terjadi, dada akan terasa nyeri seperti tertimpa benda. Derajat nyerinya mulai dari sedang hingga parah.

Rasa sakit juga dapat terjadi di rahang, pundak, atau lengan, terutama lengan sebelah kiri. Rasa nyeri sering kali digambarkan seperti diremas, berat, atau tertekan.

Gejala lain yang termasuk serangan jantung adalah berkeringat, napas pendek, dan tekanan jantung yang cepat atau tudak beraturan. Mual dan gangguan pencernaan juga mungkin terasa.

"Faktor pemicu serangan jantung adalah kurang istirahat atau kurang tidur, kondisi bising, polusi udara, makanan berat porsi besar, emosi yang kuat (negatif atau positif), aktivitas fisik ekstrem, bencana besar yang membuat stres tinggi, dan juga karena alkohol," ungkap Sari yang juga praktik di RSPI-Bintaro.

Pertolongan pertama yang tepat saat menemukan penderita serangan jantung ialah memastikan keadaan sekitar aman. Minta perhatian orang sekitar dan cari bantuan ambulans atau tenaga medis.

Jika orang yang mengalami masih sadar, berikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit. Ajak penderita untuk duduk dan tetap tenang. Longgarkan pakaian yang ketat.

"Jika ia punya obat penghilang rasa nyeri dada, seperti nitrogliserin atau nitrat, bantu berikan," ujar Sari.

Andaikan rasa sakitnya tidak berkurang dalam tiga menit, segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat. Berikan aspirin kunyah kalau ada.

"Dalam kasus serangan jantung, kita punya periode emas kurang dari enam sampai 12 jam sejak dimualinya serangan sebagai jendela waktu penanganan pasien serangan jantung," ungkap Sari.

Sebaliknya jika orang itu tidak sadar atau henti napas, lakukan CAB (chest compression, airway, dan breathing), yakni penekanan dada dengan kecepatan 100 sampai 120 kali per menit dengan kedalaman 6 cm lalu dua kali bantuan napas.

"Jika sudah bernapas kembali, baringkan miring 30 sampai 45 derajat, posisi kepala kepala miring, pastikan lidah tidak menghalangi jalur nafas dengan menengadahkan kepala dan bawa ke rumah sakit dalam posisi seperti ini," jelas konsultan kardiologi intervensi ini.

Sari mengingatkan agar pendamping selalu mengecek napas penderita serangan jantung. Lihat apakah ada gerakan dada dan perut sambil dekatkan pipi di atas hidung atau mulut korban dan rasakan embusan nafasnya.

"Jika tidak ada napas, kembali lakukan CPR," ujarnya.

Sari mengingatkan agar pemudik mengonsultasikan rencana liburannya dengan dokter. Bawa semua obat-obatan rutin dan yang darurat, dan catat nomor penting seperti rumah sakit terdekat dan pertolongan medis di tempat liburan. Orang berpenyakit jantung sebaiknya menghindari diri dari kelelahan atau paparan suhu yang terlalu ekstrem.

"Jangan lupa kenali diri Anda dan isitrahat bila perlu," kata Sari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA