Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Nilai Ujian Jelek? Jangan Katakan 5 Hal Ini ke Anak

Jumat 07 Jun 2019 00:50 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Anak belajar

Anak belajar

Foto: Flickr
Orang tua memiliki peran penting memotivasi anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari-hari menegangkan siswa belum usai setelah berakhirnya ujian. Sebab justru, setelah ujian anak akan dihadapkan pada masalah lebih besar yaitu apakah nilai hasil ujiannya bisa memuaskan atau tidak?

Orang tua memiliki peran penting untuk menenangkan dan memotivasi anaknya. Ingat, bagaimanapun, mengkritik atau mengeluhkan hasil ujian memiliki dampak negatif pada anak.

Berikut lima hal yang tidak boleh orang tua tanyakan dan katakan jika hasil ujian anak tidak memuaskan, seperti dilansir Express Parenting.

Kok bisa temanmu mendapat nilai lebih dari kamu?
Membandingkan nilai anak dengan teman sekelasnya tidak baik bagi psikologi anak. Hal itu bisa membuat anak kehilangan kepercayaan diri dan merasa bahwa dia tidak lebih berharga dari temannya. Sekaligus bisa menyebabkan kecemburuan.

Apakah ini sebabnya kami menghabiskan uang untuk menyekolahkan kamu?
Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Pilihan sekolah biasanya tidak bergantung pada anak. Orang tua justru bertujuan untuk membuat anak mereka menjadi anak yang sempurna yang tidak pernah tertinggal.

Cobalah untuk fokus pada studi anak Anda dan bantulah dia untuk melakukan yang lebih baik lain kali

Dengan nilai jelek, kamu tidak akan pernah mencapai apa pun dalam hidup
Pernyataan itu benar-benar merusak cita-cita dan menurunkan moral anak. Bicaralah dengan anak, cari tahu tentang masalah yang dia hadapi dan bantu atasi mereka.

Kamu gagal!
Orang tua biasanya ingin membuat anak unggul di setiap bidang, namun terkadang mereka tidak dapat menerima kekalahan atau kegagalan anaknya. Dalam prosesnya, anak-anak juga tidak diajari untuk menghadapi kegagalan.

Sebuah studi 2013 oleh para peneliti Arizona State University telah menemukan bahwa anak-anak, yang berada di bawah tekanan orang tua dua kali lebih besar potensinya menderita kecemasan dan depresi dibandingkan dengan teman sebaya lainnya tanpa tekanan berlebih. Jadi dari pada mengkritik hasil anak Anda, lebih baik dukung dan apresiasi upaya anak-anak Anda.

Tidak ada TV dan internet mulai dari sekarang!
Anak memang tidak diperbolehkan terlalu banyak waktu menonton, tetapi itu tidak berarti Anda boleh melarang sepenuhnya. Bahkan televisi atau internet dapat digunakan sebagai sumber informasi dan pengetahuan yang relevan. Anda dapat membaca tentang hal-hal baru atau menonton acara edukatif yang sesuai usia dengan anak Anda.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA