Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Pakar Sebut Wanita Lajang Jadi Golongan Orang Paling Bahagia

Selasa 28 May 2019 04:00 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Keluarga Bahagia

Ilustrasi Keluarga Bahagia

Foto: pixabay
Pria mendapat manfaat kesehatan dari menikah.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pakar kebahagiaan terkemuka Paul Dolan mengatakan wanita yang belum menikah dan tidak memiliki anak adalah kelompok yang paling bahagia.  Profesor ilmu perilaku di London School of Economics ini juga mengatakan wanita yang belum menikah dan tidak memiliki anak cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat dari rekan-rekan mereka yang sudah menikah dan membesarkan anak.

Bebicara di Festival Hay, Dolan mengatakan data terbaru menunjukkan simbol kesuksesan yang sudah lama ada tidak berkorelasi dengan tingkat kebahagiaan. Penulis terlaris, yang melakukan penelitian orisinal ke dalam pengukuran kebahagiaan dan penyebab serta konsekuensinya, mencatat pria dalam perbadingan diuntungkan dari pernikahan karena mereka “tenang”.

“Anda mengambil risiko lebih sedikit, menghasilkan lebih banyak uang di tempat kerja, dan hidup sedikit lebih lama. Sisi lain, ada yang harus bertahan dengan itu dan meninggal lebih cepat daripada dia yang tidak pernah menikah. Sub kelompok populasi yang paling sehat dan paling bahagia adalah wanita yang tidak pernah menikah atau memiliki anak,” ujar Dolan, seperti yang di lansir dari Independent, Senin (27/5).

Ia menambahkan orang yang menikah lebih bahagia daripada sub kelompok populasi lainnya. Tetapi hanya ketika pasangan ada di dekat mereka. Ketika pasangan tidak ada, mereka merasa sedih.

Buku terbaru Dolan, Happy Ever After mengutip bukti dari Survei  yang membandingkan tingkat kesenangan dan ketidakbahagiaan pada orang yang belum menikah, menikah, bercerai, berpisah, dan menjanda. Studi ini menemukan tingkat kebahagiaan yang dilaporkan oleh mereka yang tidak memiliki pasangan, tetapi hanya ketika suami atau istri mereka berada di ruangan itu.

Studi lain telah mengukur beberapa manfaat finansial dan kesehatan dalam menikah untuk pria dan wanita rata-rata.  Yang dikatakan Dolan dapat dianggap berasal dari pendapatan lebih tinggi dan dukungan emosional yang memungkinkan orang yang menikah untuk mengambil risiko dan mencari bantuan medis.

Sementara itu, Dolan mengatakan pria mendapat manfaat kesehatan dari menikah karena mengambil risiko yang lebih kecil. Kesehatan wanita, tutur Dolan, terutama tidak terpengaruh oleh pernikahan. Tetapi wanita menikah setenagh baya berisiko lebih tinggi mengalami kondisi fisik dan mental daripada rekan sebaya mereka.

Terlepas keuntungan dari keberadaan tanpa anak pada wanita yang belum menikah, Dolan mengatakan fakta bahwa pernikahan dan anak-anak dipandang sebagai lambang kesuksesan yang tradisional. Stigma ini dapat menyebabkan beberapa wanita lajang merasa tidak bahagia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA