Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Survei: Menikah Lebih Membahagiakan daripada Beruang Banyak

Senin 20 May 2019 03:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Pernikahan  (ilustrasi)

Pernikahan (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Sebuah survei di Inggris menemukan pernikahan menjadi faktor kunci kepuasan hidup

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah survei yang diterbitkan Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris merilis pernikahan menjadi faktor kunci kepuasan hidup. Pernikahan menjadi faktor kebahagiaan kedua setelah kesehatan.

Survei tahunan ini dilakukan di Britania Raya dari Oktober 2017 hingga September 2018. Hasil survei ini juga menemukan jumlah orang yang merasa bahagia pascamenikah lebih dominan daripada bahagia karena kekayaan ekonomi.

Dilansir Independent, orang yang menikah menilai kepuasan hidup mereka 9,9 persen lebih tinggi dari janda dan duda. Kebahagiaan orang yang menikah juga 8,8 persen lebih tinggi dari orang yang bercerai atau berpisah. Namun, mereka yang lajang dilaporkan 0,2 persen lebih bahagia daripada mereka yang bercerai.

Tahun lalu, angka ONS menunjukkan tingkat perceraian untuk pasangan heteroseksual di Inggris dan Wales telah mencapai titik terendah dalam 45 tahun. Berita itu mengikuti beberapa penelitian dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan orang lajang cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih kuat, lebih bugar, dan mendapat manfaat lebih banyak dari kesendiriannya.

Studi yang diterbitkan pada 2008 di British Medical Journal menemukan orang yang memiliki kontak teratur dengan 10 orang atau lebih secara signifikan lebih bahagia daripada mereka yang tidak. Begitupun dengan orang yang memiliki teman lebih sedikit dinilai kurang bahagia.

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa usia adalah karakteristik pribadi yang paling kuat terkait dengan kebahagiaan. Orang yang lebih muda melaporkan kepuasan hidup yang lebih tinggi. Temuan menunjukkan kebahagiaan turun ke titik terendah ketika orang berusia 40-an dan naik lagi ketika orang mendekati usia pensiun.

Orang-orang yang memiliki rumah, apakah itu langsung atau dengan hipotek, juga menilai kepuasan hidup mereka lebih tinggi daripada mereka yang tinggal di kontrakan atau kost. Selain itu, orang-orang yang menghabiskan uang di hotel dan restoran mencetak peringkat kebahagiaan yang lebih besar daripada mereka yang menghabiskan lebih banyak untuk asuransi dan langganan ponsel.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA