Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

 

Begini Pengaturan Komposisi Makan Lansia Selama Berpuasa

Jumat 10 May 2019 08:54 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi kesehatan lansia.

Ilustrasi kesehatan lansia.

Foto: Republika/Musiron
Komposisi makan sangat penting diperhatikan bagi lansia saat berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Ramadhan dilakukan oleh beragam kelompok usia, termasuk lansia. Berpuasa di usia lanjut tentu harus dilakukan dengan penuh persiapan dan kehati-hatian agar tidak memengaruhi kondisi kesehatan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pengaturan komposisi makan.

Dalam satu hari, lansia membutuhkan asupan kalori yang cenderung lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Lansia laki-laki membutuhkan asupan sekitar 1.900 kalori per hari. Sedangkan lansia perempuan membutuhkan sekitar 1.500 kalori per hari. Jumlah ini tetap harus dipenuhi meski lansia sedang berpuasa.

"Ada fase tidak makan sekitar 13 jam. Kita maksimalkan di sahur dan makan malam," terang spesialis gizi klinik dari Mayapada Hospitals, Arti Indira, belum lama ini.

Arti mengatakan, asupan saat sahur sebaiknya memenuhi sekitar 40 persen dari total kebutuhan kalori dalam sehari. Menu makan sahur perlu memenuhi komposisi lengkap mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral. "Sahur usahakan sedekat mungkin ke arah imsak," lanjut Arti.

Saat berbuka puasa atau iftar, asupan kalori yang disarankan adalah sekitar 10 persen. Pastikan saat membatalkan puasa tidak menyantap makanan atau minuman manis secara berlebihan.

Saat menyantap makanan manis, sebaiknya pilih sumber makanan manis yang tinggi serat. Salah satunya adalah kurma. Namun, bila tidak begitu menyukai kurma, bisa memilih buah-buahan lain atau agar-agar sebagai alternatif. "Pada agar-agar, pemanisnya diperhatikan (jangan berlebihan)," tukas Arti.

Setelah menunaikan salat Maghrib, makan malam bisa segera dilakukan. Seperti halnya makan sahur, makan malam juga disarankan terdiri dari sekitar 40 persen total kebutuhan kalori per hari.

Sisanya yaitu sekitar 10 persen dialokasikan untuk makanan selingan di jam-jam setelah makan malam hingga menjelang tidur. Makanan selingan ini bisa berupa kacang-kacangan, buah, hingga susu.

Saat sahur ataupun makan malam, komposisi porsi karbohidrat, protein, dan lemak juga perlu diperhatikan dengan baik. Arti menyarankan setengah dari piring sebaiknya diisi sayur dan buah. Seperempat piring diisi dengan karbohidrat dan seperempat sisanya diisi dengan protein. "Jangan makan buru-buru atau porsinya terlalu banyak karena terlalu nafsu," ungkap Arti.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA