Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Turis akan Diminta Bayar Saat Lintasi Lombard Street

Jumat 19 Apr 2019 15:30 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Jalanan berkelok Lombard Street yang ikonik di San Fransisco.

Jalanan berkelok Lombard Street yang ikonik di San Fransisco.

Foto: EPA
6.000 orang memadati Lombard Street tiap harinya di San Fransisco.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANSISCO -- Kota San Francisco di California, Amerika Serikat, memiliki sebuah jalanan dengan struktur unik bernama Lombard Street. Jalan itu menjadi destinasi wisata yang menyedot jutaan pengunjung tiap tahun.

Wisatawan tertarik karena keindahan Lombard Street. Lokasi dinaungi tumbuhan serta pepohonan alami yang rindang dan dekoratif. Keanehan lain adalah karena Lombard Street merupakan jalanan paling bengkok di San Francisco.

Semula, turis bisa berkendara dan melintasi jalan itu dengan cuma-cuma. Seiring perkembangan, pejabat kota dan negara bagian mengusulkan RUU baru yang memungkinkan sistem tol dan reservasi di jalan yang sibuk untuk mengurangi kerumunan orang.

Mereka menyarankan peraturan baru di mana turis harus membuat reservasi antara pukul 09.00 pagi sampai 21.00 petang. Rencananya, setiap kendaraan diminta membayar lima dolar AS pada hari biasa dan 10 dolar AS pada akhir pekan.

Apabila disetujui, kebijakan baru akan berlaku mulai 1 Januari 2020. Salah satu anggota dewan, Phil Ting, berpendapat bahwa penetapan tarif tertentu dapat menekan jumlah wisatawan dan mencegah keramaian yang membludak.

"Kami tidak bersikap preskriptif. Perlu tidaknya hal ini dilakukan, juga bagaimana dan kapan, bergantung pada kondisi San Francisco. Keputusan ini perlu sebagai pengendalian jalan-jalan kota," kata Ting, dikutip dari laman Travel and Leisure.

Kepadatan lalu lintas merupakan masalah utama di Lombard Street. Seperti objek wisata lainnya, kemacetan selalu terjadi di sana. Tidak heran karena sekitar 6.000 orang berbondong-bondong menyusuri jalan zig-zag itu per hari.

Sejumlah kota di seluruh dunia pun mulai mematok biaya untuk destinasi wisata yang semula gratis. Upaya itu dilakukan dengan harapan mengurangi kemacetan dan membantu melestarikan monumen serta lokasi wisata.

Salah satunya adalah Kota Roma yang sekarang memungut bayaran dari turis saat mengunjungi kuil Pantheon dari abad 27 sebelum Masehi. Begitu pula Taj Mahal di India yang menaikkan biaya masuk selama beberapa tahun terakhir.

Dibandingkan kedua lokasi wisata itu, Lombard Street sama sekali bukan peninggalan kuno. Jalan tersebut dekat dengan pemukiman warga di mana para penghuninya kerap mengeluhkan kebisingan serta kemacetan lalu lintas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA