Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

 

Trik Mengatasi GERD Saat Puasa Ramadhan

Selasa 07 May 2019 03:00 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Pedagang membungkus minuman untuk dijual di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Pedagang membungkus minuman untuk dijual di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
GERD adalah masalah yang umum dijumpai pada penderita asam lambung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa bisa menjadi tantangan bagi penderita asam lambung. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu permasalahan yang umumnya muncul pada penderita asam lambung.

Baca Juga

GERD terjadi akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan. Puasa Ramadhan yang mewajibkan adanya jeda 12 hingga 13 jam di antara waktu makan dapat memicu atau memperburuk penyakit ini, terutama jika tidak diikuti oleh pola makan dan gaya hidup sehat.

Namun jangan khawatir, ahli nutrisi sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association Rita Ramayulis punyai trik jitu agar puasa berjalan lancar bagi penderita asam lambung. Menurut Rita sebelum makan sahur, konsumsilah segelas air putih hangat dengan camilan ringan yang bersumber dari karbohidrat.

Saat makan sahur, ambillah porsi kecil. Konsumsilah sambil duduk, dengan keadaan santai dan tidak terburu-buru. "Setelah makan sahur, jangan langsung berbaring dan lakukanlah aktivitas ringan. Jika ingin berbaring, lakukan tiga jam setelah makan sahur," jelas Rita lewat keterangan tertulisnya.

Saat tiba waktu berbuka, berbukalah dengan minuman yang bersuhu ruang atau hangat. Tidak disarankan mengonsumsi minuman dingin atau es karena akan merangsang asam lambung. Sebagai makanan pembuka (takjil), penderita asam lambung dapat memilih camilan dari karbohidrat yang mudah dicerna.

Alternatif yang dapat dipilih seperti lontong isi, roti bakar, crackers, kurma, puding tepung, dan kentang rebus. "Makanlah secara perlahan dalam posisi duduk. Setelah itu, beristirahat sejenak sebelum makan malam," imbuhnya.

Makan malam dapat dilakukan setelah salat Magrib dengan porsi kecil dan komposisinya menyerupai makan sahur. Setelah makan malam, tidak dibenarkan untuk langsung berbaring.

Menjelang tidur dapat mengonsumsi makanan ringan yang terdiri dari sumber protein dan buah-buahan. Bagi penderita GERD yang memiliki intoleransi laktosa, dapat mengganti konsumsi susu dengan sumber protein lain misalnya bubur kacang hijau, omelet telur kukus, atau edamame rebus.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES