Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Dengarkan Musik Sedih Saat Depresi Bisa Picu Bahagia

Jumat 10 May 2019 12:27 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Christiyaningsih

Mendengarkan musik (Ilustrasi)

Mendengarkan musik (Ilustrasi)

Foto: Dailymail
Orang yang depresi merasa lebih tenang dan bahagia saat mendengar musik sedih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang tahu musik memiliki efek kuat terhadap suasana hati. Orang mungkin merasa riang gembira, tetapi kemudian bisa berurai air mata hanya karena mendengarkan musik.

Dilansir laman Men's Health, sebuah studi di jurnal Emotion menyatakan orang dengan depresi memiliki preferensi yang jauh lebih besar daripada kontrol untuk musik yang sedih dan berenergi rendah. Tetapi ketika klip-klip yang sama didengar lagi di kemudian hari, mereka melaporkan bahwa itu membuat merasa lebih bahagia.

Temuan ini bertentangan dengan gagasan provokatif soal orang yang tertekan berusaha untuk mempertahankan suasana hati mereka yang galau. Para peneliti juga menyajikan bukti yang menunjukkan bahwa orang yang depresi tidak berusaha untuk mempertahankan perasaan negatif mereka. Tetapi mereka menganggap musik yang sedih bisa menenangkan dan bahkan membangkitkan semangat.

"Studi saat ini adalah yang paling definitif untuk menyelidiki preferensi yang berhubungan dengan depresi untuk musik sedih," demikian pernyataan tim di University of South Florida yang dipimpin oleh Sunkyung Yoon.

Penelitian ini melibatkan 38 wanita yang didiagnosis depresi dan 38 wanita kontrol. Bagian pertama dari penelitian ini adalah upaya replikasi menggunakan bahan yang sama seperti penelitian terdahulu yang menemukan orang yang depresi lebih suka musik sedih. Para peserta mendengarkan 30 detik cuplikan sedih.

Mereka diperlihatkan Adagio for Strings oleh Samuel Barber dan Rakavot oleh Avi Balili. Selain itu disetel pula musik bahagia dan netral.

Yoon dan timnya menemukan bahwa partisipan mereka yang depresi lebih cenderung memilih klip musik sedih. Tim Yoon juga bertanya kepada peserta mengapa mereka membuat pilihan yang mereka lakukan. Mayoritas peserta dengan depresi yang menyukai musik sedih mengatakan bahwa mereka melakukannya karena itu menenangkan.

Bagian kedua dari riset ini menggunakan sampel musik baru. Sampel itu adalah 84 pasang klip 10-detik musik film instrumental, kontras bahagia, sedih, membangkitkan rasa takut, netral, trek energi tinggi dan rendah. Dalam setiap kasus, peserta yang sama seperti sebelumnya menunjukkan musik mana yang mereka sukai untuk didengarkan lagi kemudian hari. Mereka juga mendengar semua sampel di bagian akhir dan menyatakan apa efek yang dirasakan terhadap emosi mereka.

Penelitian ini tidak dapat menjelaskan mengapa orang yang depresi merasa rendah energi dan musik sedih membangkitkan semangat. Meskipun akal sehat menunjukkan jika Anda merasa sedih, maka lagu yang cepat dan bahagia mungkin menjengkelkan dan tidak pantas.

Penelitian baru hanya melibatkan sampel kecil wanita dan hanya melihat efek emosional dalam jangka waktu yang singkat. Yoon dan rekan-rekannya mengakui perlu penelitian lebih lanjut, Tujuannya untuk mencari tahu mengapa orang yang depresi justru menyukai musik sedih. Untuk saat ini, temuan baru menunjukkan bahwa preferensi ini dapat mencerminkan keinginan untuk menenangkan pengalaman emosional daripada keinginan untuk menambah perasaan sedih.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA