Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Ramadhan, Momen Membangun Kelekatan Anak dan Orang Tua

Selasa 07 May 2019 13:38 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Umat muslim melaksanakan salat Tarawih di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Ahad (5/5) malam. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan satu Ramadhan pada Senin (6/5).

Umat muslim melaksanakan salat Tarawih di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Ahad (5/5) malam. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan satu Ramadhan pada Senin (6/5).

Foto: Abdan Syakura
Ramadhan menjadi momen tepat membangun kelekatan orang tua dan anak

Sudahkah Anda memiliki kelekatan (bonding) yang kuat dengan buah hati Anda? Istilah bonding atau kelekatan semakin banyak terdengar dewasa ini, seiring dengan semakin banyaknya orang tua yang menyadari pentingnya bonding sejak dini bagi tumbuh kembang buah hati.

Baca Juga

Meski demikian, membangun momen bonding dengan buah hati seringkali menghadapi berbagai tantangan, diantaranya keterbatasan waktu orang tua karena kesibukan terkait banyaknya peran yang harus dijalankan setiap harinya. 

Karena beberapa hari lagi umat muslim memasuki bulan Ramadhan. Maka para orang tua dapat memanfaatkan moment Ramadhan untuk meningkatkan kelekatan (bonding) bersama anak.

Bulan Ramadhan sering dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk mengajarkan si kecil mengenai perilaku-perilaku hebat. Seperti perilaku sabar, menahan diri, bersedekah, kebersamaan dan hal positif lainnya.

Meski mengajarkan hal-hal tersebut tidak terbatas hanya pada saat bulan Ramadhan, namun bulan ini adalah periode waktu dimana penanaman nilai-nilai hebat menjadi lebih intensif sehingga diharapkan kelekatan antara orang tua dan anak pun dapat semakin meningkat.

Di bulan Ramadhan ini pun merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pengalaman belajar si kecil akan nilai-nilai serta aturan agama. Mengajarkan Al-Qur'an dan membacakan berbagai kisah yang didalamnya sehingga kita dapat menemukan pesan-pesan tentang bagaimana seseorang menghadapi dan menyelesaikan masalah tertentu dalam kehidupan.

Yang tidak kalah penting, momen Ramadhan juga dapat dipergunakan untuk melatih kebiasaan-kebiasaan ibadah maghdoh yang dilakukan, seperti berpuasa dan salat. Menjelaskan berbagai manfaat ibadah tersebut bagi ruh dan jasad orang yang melakukannya. Melalui hal-hal yang dilakukan setiap hari inilah anak akan mudah meniru perilaku serta memahami pentingnya kegiatan tersebut.

Rutinitas yang dijalani selama bulan Ramadan, seperti sahur, berpuasa, menyiapkan makanan untuk berbuka, salat berjamaah ke masjid membantu orang lain, berbagi makanan, dan juga menghormati mereka yang tidak berpuasa adalah kesempatan yang baik untuk membantu si kecil menjadi lebih hebat. Si kecil akan belajar tentang disiplin dan keteraturan melalui rutinitas yang dilakukan. Ia juga akan belajar tentang empati dan kerukunan hidup beragama bersama orang-orang lain yang memiliki keyakinan dan kebiasaan yang berbeda dengan dirinya.

Berbagi makanan kepada kaum yang tidak mampu, membuat acara buka puasa bersama dengan anak yatim atau fakir miskin, akan menjadi pengalaman yang berharga dan bermanfaat bagi anak untuk mengembangkan kecerdasan emosionalnya. Ia akan belajar secara langsung, bahwa ada orang-orang yang berbeda dari dirinya dan bagaimana ia harus bersikap atas perbedaan tersebut. Ayah dan Ibu bisa membantu anak mengembangkan rasa kepeduliannya terhadap sesama dengan memberikan contoh.  Perbanyak sedekah dan berbagi kepada orang yang kurang beruntung.

Sedangkan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual si kecil, terutama di bulan Ramadhan ini adalah dengan mengajarkannya bacaan doa-doa. Hasil penelitian dari Flom dkk (2014) menyatakan bahwa sejak bayi berusia 5 bulan, ia sudah bisa menghafal dan mengingat apa yang diajarkan kepadanya, asal proses pengajarannya dilakukan dalam situasi yang positif dan menyenangkan.

Fivush, Gray, & Fromhoff (1987) mengemukakan bahwa mulai anak berusia 2 tahun, ia mampu mengingat dan menghafal informasi melalui kebiasaan dan pengulangan. Oleh karena itu, mari mulai biasakan anak untuk berdoa dan berikan ia pengalaman yang menyenangkan pada hari-hari penuh keberkahan di bulan suci ramadhan. 

Mudah-mudahan dengan keikhlasan niat ayah dan ibu untuk semakin mendekatkan si kecil dalam ketaatan kepada Allah sedini mungkin di bulan ramadhan ini tercatat sebagai suatu amal shalih. Sehingga terbangun kelekatan (bonding) yang baik dan Allah jadikan anak-anak kita generasi shalih dan shalihah. Aamiin YRA.

Pengirim: Widya Fauzi, Pengajar, Founder Komunitas Muslimah Menjahit dan Bandung Storytelling Club

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA