Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Masih Umur 25 Kok Bisa Kena Penyakit Jantung?

Senin 29 Apr 2019 20:34 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Dilakukan beramai-ramai, zumba bisa membuat orang semangat berolahraga. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung.

Dilakukan beramai-ramai, zumba bisa membuat orang semangat berolahraga. Aktivitas fisik secara rutin dapat menjaga kesehatan jantung.

Foto: Republika/Prayogi
Penyakit jantung koroner mulai menyerang kelompok usia muda, yaitu 25-29 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yaitu sekitar 12,9 persen. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, penyakit jantung koroner mulai menyerang kelompok usia yang lebih muda, yaitu 25-29 tahun.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr Johan Winata menjelaskan, faktor utama penyebab tingginya penyakit jantung di Indonesia, antara lain gaya hidup tidak sehat. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, sertatingginya tingkat stres di kalangan usia muda menjadi salah satu faktor penyebab penyakit jantung.

"Ini jadi fenomena baru yang mana biasanya penyakit jantung itu identik dengan penyakit orang tua, tapi sekarang tidak. Orang muda juga bisa terserang penyakit jantung," kata Johan saat peluncuran produk Nestle di GBK Jakarta, Ahad (28/4).

Demi menjaga kesehatan jantung, Johan menyarankan untuk melakukan beberapa hal. Ia mengajak masyarakat memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans, serta mengurangi asupan karbohidrat, seperti nasi putih atau roti. Lantas, jangan lupa untuk aktif beraktivitas fisik secara rutin.

Sementara itu, pakar kesehatan dan kebugaran Jansen Ongko mengungkapkan bahwa olahraga dengan rutin adalah cara bijak bisa membantu mengelola stres. Untuk usia 30-an, dia menyarankan untuk memilih jenis olahraga yang disukai dan sesuai dengan kebutuhan.

Untuk lebih memotivasi, menurut Jansen, cobalah berolahraga bersama dengan orang terdekat. Ia merekomendasikan aerobik seperti berenang, bersepeda, berlari, senam lantai, atau zumba.

"Selain itu, bisa juga memilih olahraga lain, seperti angkat beban," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA