Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Lima Kesalahan yang Buat Puasa Intermiten Gagal

Kamis 02 May 2019 11:54 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Puasa. Ilustrasi

Puasa. Ilustrasi

Foto: enfoodrecipes.com
Puasa intermiten bisa gagal jika kita menerapkan pola makan yang salah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak perempuan mencoba berbagai pola diet untuk menurunkan berat badan dan mendapat badan ideal. Salah satu pola diet yang dinilai efektif mengusir lemak adalah puasa intermiten.

Pola diet merupakan pengaturan pola makan yang menerapkan siklus puasa. Dalam sehari penganut diet ini makan hanya di jangka waktu tertentu. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar diet itu berhasil. Berikut lima hal yang harus diperhatikan agar diet dengan pola puasa intermiten berhasil dilansir Mind Body Green.

1. Jangan biarkan kalori masuk selama jam-jam puasa

Puasa intermiten berarti mengonsumsi nol atau mendekati nol kalori selama sekian jam. Maka tahan keinginan Anda untuk menambahkan pemanis atau krim dalam kopi. Pemanis atau krim bisa membuat pola diet gagal dan menambah berat badan.

2. Tidak terus andalkan kopi

Setelah melakukan puasa semalaman, secangkir kopi bisa menjadi awal yang sempurna untuk pagi. Kafein memang dapat menekan rasa lapar dan meningkatkan tingkat energi tetapi kopi bisa memperburuk pola tidur. Parahnya minum kopi terlalu banyak di pagi hari dapat berkontribusi pada penambahan berat badan pada beberapa orang.

Beberapa penelitian menunjukkan terlalu banyak kafein dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Kafein membuat Anda kurang sensitif terhadap insulin dan lebih mungkin menyimpan lemak.

3. Konsumsi makanan yang salah

Berpuasa selama 18 jam atau bahkan 24 jam mungkin membuat Anda tidak dapat menahan godaan pizza, rendang, atau sate. Tahan keinginanan makan itu karena berpotensi menghambat kesuksesan diet.

Selama jam makan, pastikan Anda mendapatkan banyak serat, protein, dan lemak. Sumber nutrisi tersebut yakni sayur, buah-buahan, daging dan ikan berkualitas, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta minyak zaitun.

4. Makan berlebihan

Puasa biasanya membantu mengurangi asupan makanan tanpa menghitung kalori. Sebuah studi mengamati bagaimana orang makan setelah puasa 36 jam. Para peneliti menemukan pascaberbuka sebagian orang banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam jumlah besar. Tindakan itu bukannya membakar kalori malah akan menyimpan kalori ekstra.

5. Bertahap saja

Saking ingin cepat mendapat hasil, banyak dari perempuan yang langsung melakukan puasa intermiten selama 24 jam. Bukannya berat badan turun, sebaliknya bisa memperburuk kesehatan tubuh. Karena itu pilihlah jadwal diet bagi pemula kemudian naik secara bertahap.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA