Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Hindari Veneer Gigi di Tukang Gigi, Ini Risikonya

Senin 29 Apr 2019 12:06 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Gigi sehat dan senyum cantik

Gigi sehat dan senyum cantik

Foto: bostonglobe.com
Karena proses yang kompleks dokter gigi menyarankan hindari veneer di tukang gigi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Veneer gigi makin meraih kepopuleran di masyarakat. Dengan veneer, senyum akan terlihat semakin menawan karena menampilkan deretan gigi yang indah. Akan tetapi menurut dokter gigi Sandy Aditya Susilo dari Maximilian Dental Center Surabaya, sebaiknya hindari veneer gigi di tukang gigi.

Baca Juga

Sandy menjelaskan perawatan estetik gigi cukup kompleks karena terkait bentuk wajah dan tinggi senyum orang. Perlu dipertimbangkan pula berapa banyak gigi yang terlihat dan seberapa banyak gigi yang akan dirawat.

Kasus yang sering terjadi di tukang gigi atau salon gigi adalah datang satu gigi namun sepuluh yang dirawat. Karena itu yang paling penting ada pada diagnosa awal.

Jika gigi bermasalah atau berantakan sebaiknya dilakukan perawatan orto. "Di awal sudah kontra indikasi. Jika bukan indikasi veneer sebaiknya jangan diveneer. Perawatan veneer estetik tidak sekedar cakep tapi enak enggak dipakai makan. Mengakibatkan gangguan fungsional enggak? Gampang pecah enggak?," ujarnya.

Senada dengan Sandy, staf pebgajar konservasi gigi Fakultas Kedokteran Gigi gi Universitas Padjajaran Irmaleny juga mengatakan veneer sebaiknya dilakukan di dokter gigi jangan di tukang gigi. Ini karena tukang gigi tidak terlalu paham struktur jaringan gigi dan gusi serta bagaimana bentuk preparasi yang benar.

"Dokter gigi yang melakukan veneer harus melihat jaringan sekitar sehat atau tidak. Tidak semua kasus bisa diveneer. Kalau veneer dilakukan dengan tidak benar maka akan menyebabkan kelainan sendi. Buka mulut susah dan bunyi clingking, bisa juga pusing yang tidak hilang-hilang," jelasnya.

Selain itu, kesalahan pemasangan veneer juga akan mengakibatkan bau mulut, Ini karena akhir atau ujung veneer terlalu tebal sehingga makanan menumpuk. Bukan hanya itu, kesalahan veneer juga bisa menyebabkan gingivitis, abses, atau gigi berlubang.

"Veneer dilakukan tukang gigi yang higienitas pasien jelek akan membuat gigi tambah keropos, banyak lubang. Mau cantik berakibat jadi jelek," ujarnya.

Veneer di tukang gigi mengandung risiko bukan memperbaiki malah membuat gigi tambah rusak. Efeknya bahkan dalam enam bulan sudah terlihat. Bukan hanya tukang gigi, tapi sebaiknya hindari juga veneer di salon gigi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA