Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Menyibak Penyebab Orang tak Kunjung Naik Jabatan (2-Habis)

Senin 22 Apr 2019 15:08 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Reiny Dwinanda

Pekerja kantoran. (Ilustrasi)

Pekerja kantoran. (Ilustrasi)

Foto: ABC
Ada kalanya, si bos tak terpikir untuk menaikkan jabatan karyawannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada kalanya pekerja keras yang setia, berorientasi pada hasil, dan menempatkan kepentingan perusahaan di atas kepentingan sendiri selama bertahun-tahun pun tetap jelek penilaiannya di mata bos. Alhasil, nama orang tersebut tak terdeteksi di radar saat pembicaraan tentang promosi.

Baca Juga

Mengapa perusahaan kerap mengabaikan karyawan yang baik, jujur, dan dapat diandalkan? Berikut bagian kedua dari dua tulisan tentang beberapa kemungkinan alasan orang tak kunjung naik jabatan, seperti dilansir dari Womanitely, Senin (22/4).

5. Tak mengerti pekerjaan Anda di perusahaan
Karyawan yang layak dipromosikan adalah mereka yang kuat, terampil, dan mau belajar. Jika Anda mempunyai kenalan karyawan yang berhasil di kantor, Anda perlu mendekatkan diri pada mereka dan belajar banyak. Hal terpenting, Anda perlu mengerti tugas dan pekerjaan Anda di kantor.

6. Anda kurang berinisiatif
Seorang bos dalam bekerja mungkin  tak sebagus bawahannya. Hal yang membedakan mereka sebagai pemimpin adalah keberanian dan kemampuan mengambil inisiatif. Dunia akan menghargai mereka yang menemukan jalan keluar sendiri. Mereka yang berinisiatif mengidentifikasi masalah dan mengeksekusinya layak dipromosikan.

7. Anda sebelumnya tak pernah dipromosikan
Promosi berlaku bagi mereka yang pernah dipromosikan di masa lalu. Jika Anda tetap di posisi sama sejak masuk ke sebuah perusahaan, atasan mungkin menganggap Anda sebagai karyawan yang tak layak dipromosikan. Baginya Anda hanya karyawan yang bisa membantu, bisa diandalkan, namun puas dengan pencapaian yang sama.

8. Anda tak memunyai koneksi
Koneksi itu penting. Di tempat kerja, hal-hal  baik datang pada mereka yang tetap berada dalam lingkaran. Mereka tahu apa saja proyek baru yang tengah dijalankan perusahaan, siapa saja yang sedang bermasalah, apa yang menjadi perhatian bos, dan sebagainya. Mereka yang tak memunyai koneksi tak akan pernah dilibatkan.

9. Anda terlalu berhati-hati
Jika atasan Anda bergelar master atau MBA, mereka mungkin belajar di kampus bahwa karyawan yang sering melakukan kesalahan adalah karyawan yang terlalu rajin. Jika rekam jejak Anda terlalu bersih, atasan melihat Anda sebagai seorang yang terlalu berhati-hati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA