Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Rasa Aman Jadi Fondasi Kelekatan dengan Anak

Senin 22 Apr 2019 13:56 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Anak dan ibunya membaca Alquran.

Anak dan ibunya membaca Alquran.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Orang tua harus bisa dipercaya anak agar kelekatan bisa terbangun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelekatan antara orang tua dan anak atau lebih dikenal dengan bonding telah diakui penting bagi tumbuh kembang. Membangun kelekatan namun tak mudah di era serba cepat ini.

Psikolog Anak Chitra Annisya, M.Psi mengatakan, kelekatan merupakan bentuk ikatan emosi antara orang tua dan anak. Untuk membentuknya perlu ada rasa aman yang dirasakan oleh anak.

Rasa aman ini pun tidak lahir seketika. Orang tua harus menunjukkan sikap yang tepat agar anak bisa percaya untuk merasakan kenyamanan dan aman saat menghabiskan waktu bersama.

"Rasa aman ini dibangun dengan sensitivitas dari orang tua, seperti saat anak nangis jangan didiamkan terlalu lama," kata pakar dari Tiga Generasi dalam acara "Zwitsaland" di Jakarta.

Chitra menjelaskan, orang tua perlu cepat tanggap atas kebutuhan anak. Ketika anak menangis, biasanya ada sesuatu yang membuat tidak nyaman. Entah karena ingin ganti popok atau lapar, dan lainnya.

Ketika anak sudah mulai menangis, maka orang tua perlu segera menghampiri dan ajak berkomunikasi tentang alasan anak menangis. Jangan biarkan anak terlalu lama menangis, sehingga bisa berakibat mereka merasa tidak percaya dan akhirnya tidak merasa aman.

Hal ini akhirnya akan mendorong proses kelekatan yang lebih sulit. Padahal, kelekatan sangat perlu dilandasi dengan rasa aman yang dirasakan oleh anak ketika bersama orang tuanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA