Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Restoran Asia Lucky Cat Gordon Ramsay Tuai Kritik Pedas

Selasa 16 Apr 2019 13:12 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Gordon Ramsay

Gordon Ramsay

Foto: EPA
Lucky Cat dituding melakukan perampasan budaya dan kental dengan tokenisme

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Belum lama ini Chef Gordon Ramsay membuka restoran bergaya Asia di London, Inggris, dengan nama Lucky Cat. Akan tetapi restoran yang dipasarkan sebagai 'rumah makan otentik Asia' ini dinilai melakukan perampasan budaya dan kental dengan tokenisme.

Tuduhan tersebut diungkapkan oleh kritikus makanan Asia Angela Hui. Melalui laman resminya Eater, Hui bahkan menyamakan restoran Lucky Cat dengan Kitchen Nightmare di dunia nyata. Kitchen Nightmare merupakan acara televisi di mana Ramsay membantu restoran-restoran yang hampir bangkrut untuk kembali beroperasi.

Tak hanya itu, Hui juga menyoroti kesan tokenisme yang kental ketika mengunjungi restoran tersebut. Meski menggunakan nama 'Asia', Hui mengatakan saat menghadiri preview night di restoran tersebut ada sekitar 30-40 jurnalis dan koki yang datang.

Akan tetapi, Hui adalah satu-satunya orang Asia Timur yang ada di ruangan tersebut. "Dan pengaturannya lebih mirip seperti klub malam yang kumuh dibandingkan rumah makan Asia," tulis Hui seperti dilansir CNN.

Menurut Hui saat pembukaan Ramsay memuji kepala koki Lucky Cat Ben Orpwood sebagai koki yang lebih berpengalaman dan memenuhi kualifikasi di bidang makanan Asia dibandingkan dirinya. Mengutip perkataan Ramsay, Orpwood sudah melakukan beragam penelitian dan berulangkali pergi ke berbagai pelosok Asia selama berbulan-bulan. Meski mengusung tema Asia, Hui mengatakan restoran terbaru Ramsay ini tampak tidak memiliki koki orang Asia asli.

Pengusaha restoran George Chen juga menilai makanan yang disajikan di Lucky Cat tidak benar-benar otentik makanan Asia. Chen menilai makanan yang disajikan merupakan makanan Asia yang sudah diolah kebarat-baratan. Chen menilai tiap koki bisa menginterpretasikan suatu masakan tetapi perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang integritas dan budaya dari masakan yang mereka masak.

Menurut Chen, ia bukan mempermasalahkan ras dari koki yang memasak untuk Lucky Cat. Akan tetapi ia menilai penyebutan 'otentik Asia' untuk masakan-masakan yang ada di Lucky Cat tidak tepat. Chen menilai masakan yang disajikan lebih mirip seperti interpretasi pribadi sang koki terhadap masakan Asia.

"Dia seharusnya menyebutkan makanan-makanan ini merupakan interpretasinya terhadap sebuah masakan, yang menurut saya juga bagus karena dia jelas bisa memasak," tulis Chen.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA