Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Gangguan Jiwa Picu Terjadinya Gangguan fisik

Selasa 16 Apr 2019 09:41 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Gangguan jiwa/ilustrasi

Gangguan jiwa/ilustrasi

Foto: flickr
Gangguan fisik yang dipicu gangguan jiwa disebut gangguan psikosomatik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai rumah sakit jiwa di Tanah Air memprediksi akan banyak orang terganggu jiwanya usai Pemilu 17 April nanti akibat gagal nyaleg. Rupanya gangguan jiwa juga dapat memengaruhi kondisi fisik. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor psikis sering disebut sebagai gangguan psikosomatik.

Baca Juga

Gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistem-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh, serta sistem pertahanan tubuh. Berbagai kelainan organ yang terjadi dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kelainan organ tersebut.

Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stres antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung, dan otot terasa kaku. Psikosomatik juga menyebabkan berkeringat terutama pada ujung jari tangan dan kaki. Selain itu, ujung jari tangan dan kaki terasa dingin dan gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas.

"Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah, serta diare. Gangguan yang terjadi akibat stres bisa multi organ," ungkap Ari.

Gejala fisik yang muncul tersebut bisa karena memang sudah ada penyakit organik sebelumnya. Karena itu harus dipastikan dulu ada tidaknya penyakit organik pada pasien psikosomatik.

Stres juga akan memperburuk penyakit-penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Berbagai penyakit kronis yang dapat diperberat oleh adanya faktor stres antara lain kencing manis, sakit jantung, strok, hipertensi, dan lain sebagainya.

Untuk menghindari psikosomatik pascapemilu, para caleg disarankan pasrah siap kalah dan siap menang. "Selalu dekat dengan yang Maha Kuasa. Siap menanggung dampak kekalahan seperti rasa malu yang akan memperburuk rasa stres tadi. Usahakan untuk tetap tidur dan makan teratur. Syukur-syukur masih tetap berolah raga," ujar Ari.

Hindari rokok, minum alkohol, dan suplemen yang dapat memperburuk keadaan. Dampak stres akan bertambah buruk saat kita kelelahan. Keluarga harus selalu mendampingi dan tetap memberi semangat bagi caleg yang gagal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA