Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Lebih Baik Tabir Surya Atau Pelembap Ber-SPF?

Senin 08 Apr 2019 05:58 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Tabir surya

Tabir surya

Foto: pixabay
Pengguna tabir surya cenderung lebih terlindungi daripada pelembab ber-SPF.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, sudah ada banyak pelembap yang dapat berfungsi ganda sebagai tabir surya. Meski lebih praktis, orang-orang yang menggunakan pelembap seperti ini cenderung tidak mengaplikasikan pelembap secara merata di area-area penting wajah.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Liverpool di Inggris. Penelitian ini melibatkan 84 partisipan di mana tiap partisipan diminta untuk mengaplikasikan tabir surya maupun pelembap di area wajah.

Setelah mengaplikasikan tabir surya maupun pelembap, tiap partisipan diberikan paparan radiasi sinar ultraviolet dan difoto. Para partisipan difoto dengan menggunakan kamera yang sensitif terhadap ultraviolet.

Dari hasil foto ini terlihat seberapa merata para partisipan mengaplikasikan tabir surya maupun pelembap di wajah mereka. Partisipan yang menggunakan pelembap ternyata cenderung lebih banyak melewatkan bagian-bagian penting di wajah saat mengaplikasikan pelembap. Ada hampir 17 persen area yang tak terlindungi oleh pelembap.

Di sisi lain, partisipan yang menggunakan tabir surya juga masih melewatkan beberapa area penting ketika mengaplikasikan tabir surya. Ada sekitar 11 persen area yang tak terlindungi oleh tabir surya.

"Pelembap tidak diaplikasikan sebaik tabir surya," ungkap ketua tim peneliti dari University of Liverpool Kevin Hamill seperti dilansir WebMD.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa area yang paling banyak terlewatkan ketika para partidisan mengaplikasikan pelembap maupun tabir surya adalah area kelopak mata. Sekitar 21 persen partisipan yang menggunakan pelembap melewatkan area kelopak mata. Sedangkan pada partisipan pengguna tabir surya, hanya 14 persen yang melewatkan area kelopak mata.

Melihat kecenderungan ini, tim peneliti menilai orang-orang yang berencana ada di bawah paparan sinar matahari dalam waktu lama sebaiknya menggunakam tabir surya. Alasannya, orang-orang cenderung lebih berhati-hati ketika mengaplikasikan tabir surya sehingga cakupan area yang terlindungi oleh tabir surya lebih baik.

"Bila berencana terpapar sinar matahari dalam waktu lama, kami sarankan menggunakan tabir surya," jelas Hamill.

Sekalipun ingin menggunakan pelembap, pastikan pelembap yang digunakan mengandung SPF yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Tim peneliti tidak mematok berapa besaran SPF yang diperlukan dalam pelembap. Berapa pun besarannya, tim peneliti menilai pelembap yang mengandung SPF jauh lebih baik daripada pelembap yang tidak mengandung SPF sama sekali.

"Tapi pelembap jangan dianggap setara dengan tabir surya," terang Hamill seperti terungkap dalam jurnal PLoS One.

Yang terpenting ketika mengaplikasikan tabir surya maupun pelembap ber-SPF di wajah adalah tidak melupakan area kelopak mata. Selain mengaplikasikan tabir surya ataupun pelembap ber-SPF, tim peneliti juga menyarankan penggunaan kacamata hitam yang memiliki kemampuan menangkal paparan sinar ultraviolet untuk melindungi area mata.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA