Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Maskapai Ini Beri Tarif Promo Malaysia-Sumut Rp 200 ribu

Jumat 05 Apr 2019 13:28 WIB

Red: Christiyaningsih

Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah

Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah

Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Menpar Arif Yahya mengapresiasi tarif promo Malaysia-Sumut

REPUBLIKA.CO.ID, PARAPAT -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi terobosan maskapai penerbangan Air Asia yang memberikan tarif promosi ke Sumatera Utara. Air Asia memberikan layanan promo penerbangan reguler dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Malaysia menuju Bandara Internasional Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

"Pada Mei sampai Agustus, Air Asia memberikan tarif penerbangan murah hanya berkisar Rp 200 ribu sekali terbang. Ini harus disambut baik karena promosi-promosi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing ke kawasan Danau Toba," kata Arief Yahya di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (5/4).

Menurut Arief, saat ini penerbangan ke Bandara Silangit berjumlah empat sampai lima maskapai. "Semakin banyak penerbangan internasional yang masuk ke Silangit, semakin menambah kapasitas kita untuk mendatangkan turis asing ke Sumatera Utara," ujar Arief.

Akan tetapi, berbagai infrastruktur fasilitas di Bandara Silangit dan tempat-tempat wisata sekitar Danau Toba harus ditingkatkan. Ia menyatakan harga tiket penerbangan Air Asia Kuala Lumpur-Silangit dan sebaliknya Rp 200 ribu untuk sekali terbang jauh lebih murah dibandingkan penerbangan lokal.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo menyambut positif promo penerbangan Kuala Lumpur-Silangit. Saat ini jumlah wisatawan asing yang melancong ke Danau Toba cukup banyak yang berasal dari Malaysia.

Untuk menunjang lebih jauh kenyamanan turis Malaysia di kawasan Danau Toba perlu perhatian serius untuk beberapa aspek. Misalnya ketersediaan kuliner halal serta fasilitas ibadah di hotel-hotel.

"Makanya kita bicara mengenai halal food, itu critical ya, perlu certified saja karena selama ini mereka tidak berani pasang label halal. Saya lihat satu itu sudah pasang bagus. Makanannya oke, diterima buat mereka. Harganya ditulis juga, jadi tidak kaget tiba-tiba tagihannya berapa," katanya. Seiring kehadiran penerbangan-penerbangan dengan promo reguler, ia juga meyakini akan muncul banyak investasi untuk membangun fasilitas pariwisata di Danau Toba.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA