Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Empat Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Kamis 04 Apr 2019 06:20 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Christiyaningsih

Memilih Minuman Beralkohol minum bir anggur alkohol (ilustrasi)

Memilih Minuman Beralkohol minum bir anggur alkohol (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pilihan makanan dan minuman berpengaruh besar pada risiko kanker

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa jenis kanker tidak dapat dihindari dan dipengaruhi oleh genetika. Tetapi, ada sejumlah perilaku yang turut memicu risiko kanker seperti menghirup udara kotor serta terpapar zat kimia tertentu.

Pilihan makanan dan minuman sehari-hari juga dapat memiliki pengaruh besar pada risiko kanker. Berikut adalah sederet minuman yang menurut sains mengarah pada kasus kanker, bahkan kematian, dikutip dari laman Business Insider.

1. Minuman beralkohol
Banyak orang di berbagai belahan dunia merasa aman minum minuman beralkohol, tetapi tidak berarti hal tersebut bebas risiko. Ada banyak studi yang mengungkap bahwa minum alkohol dapat berkontribusi pada beberapa jenis kanker.

Studi 2018 terhadap peminum alkohol di 195 negara menunjukkan bahwa peminum dosis berat lebih mungkin terkena kanker. Sejumlah kanker yang disebabkan alkohol termasuk kanker kepala, leher, tenggorokan, hati, payudara, dan usus besar.

2. Minuman berpemanis
Minuman penuh gula juga bisa berbahaya. Gula terkait dengan lebih banyak kasus kanker, bahkan ada beberapa bukti bahwa gula dapat membantu tumor tumbuh lebih cepat dan lebih agresif. Minuman ini membuat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori.

Studi terbaru terhadap lebih dari 118 ribu lelaki dan perempuan di Amerika Serikat menunjukkan efek minuman ini. Orang yang minum lebih banyak minuman manis lebih berisiko kanker payudara dan kanker usus besar.

3. Minuman panas
Mengonsumsi minuman panas yang disajikan pada suhu mendekati mendidih juga dapat berbahaya. Sebab, kebiasaan itu meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Kondisi tersebut pun sudah dibuktikan dalam sebuah studi.

Sampai saat ini, masih ada sebagian orang di Iran timur laut yang minum dua cangkir teh yang sangat panas setiap hari. Untuk menjaga lidah dan kerongkongan tetap sehat, sebaiknya tunggu beberapa menit serta tidak minum selagi panas.

4. Senyawa hasil roasting kopi
Proses memanggang kopi menghasilkan senyawa kimia yang disebut akrilamida. Senyawa ini berbahaya apabila dikonsumsi dalam dosis besar. Akan tetapi tidak ada bukti bahwa dosis kecil yang ditemukan dalam kopi berbahaya bagi tubuh.

Kopi tetap aman diminum karena memiliki banyak manfaat kesehatan. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dan American Cancer Society menyebut kopi justru mengurangi risiko kanker payudara, liver, dan usus besar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA