Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Anak dengan Autisme Harus Diajarkan Berenang

Selasa 02 Apr 2019 13:17 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Anak belajar berenang/ilustrasi

Anak belajar berenang/ilustrasi

Foto: flickr
Orang tua sebaiknya tak hanya memberi terapi bicara namun juga latihan renang

REPUBLIKA.CO.ID, INDIANAPOLIS -- Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai World Autism Day atau Hari Kesadaran Autisme Sedunia. Orang tua dengan anak autis sebaiknya tidak hanya memberi terapi bicara namun juga dibarengi dengan memberi latihan berenang.

Departemen Pendidikan Indiana, Amerika Serikat menyebut lebih dari 16 ribu anak di sekolah umum negara bagian didiagnosis mengidap autisme. Salah satu organisasi yang bekerja keras mengajarkan anak autis berenang, yaitu Pusat Perilaku Terapan untuk Autisme. Pendiri pusat tersebut, Sherry Quinn, mengatakan 91 persen kematian karena kecelakaan pada anak-anak autis disebabkan mereka tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam.

"Mereka cenderung tertarik pada air. Kami mendengar setiap tahun tentang tenggelamnya anak-anak di kolam umum. Dengan program renang kami, apa yang kami harapkan untuk dilakukan adalah mengurangi jumlah itu secara dramatis," kata Quinn dikutip dari The Indy Channel, Senin (1/4).

Untuk mewujudkan programnya, Pusat Perilaku Terapan untuk Autisme telah menerima suntikan hibah sebesar lima ribu dolar AS dari Autism Speaks. Autism Speaks adalah sebuah kelompok advokasi autisme nasional. Uang itu akan digunakan untuk menawarkan pelajaran berenang gratis.

Quinn telah meneliti selama bertahun-tahun teknik yang tepat tentang cara mengajar anak-anak autis untuk berenang. Dia berharap program ini bisa menekan angka kematian anak autis yang disebabkan karena tenggelam.

"Ini adalah penyebab kematian nomor satu di antara anak-anak dengan autisme dan kami mendengarnya setiap tahun. Itu menyedihkan dan menghancurkan hati kita semua. Karenanya tujuan kita adalah bekerja keras agar kejadian itu tidak terulang lagi," ucap Quinn.

Salah seorang orang tua dari anak autis, Jim Monroe, memastikan putranya yang berusia 12 tahun belajar berenang. Apalagi anaknya tersebut adalah seorang pelari. "Anakku khususnya, dia pelari. Dia akan lari lebih jauh atau mendapatkan apa yang ingin dia lakukan," kata Monroe.

"Jadi seperti yang kita tahu ada kolam retensi dan danau di semua daerah. Jadi jika dia pergi untuk berenang adalah yang terpenting untuk kelangsungan hidupnya," tambah dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA