Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Gen C, Sebutan Generasi yang Selalu Terkoneksi Internet

Senin 01 Apr 2019 10:59 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Perempuan bermain ponsel sebelum tidur. Ilustrasi

Perempuan bermain ponsel sebelum tidur. Ilustrasi

Foto: Telegraph
Gen C adalah istilah yang pertama kali ditemukan oleh Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anda tentu pernah mendengar istilah generasi milennial, generasi X, atau generasi Y. Kini muncul istilah baru yaitu generasi C atau gen C. Apakah itu Gen C? Founder dan CEO bubu.com, Shinta Eitoyo Dhanurwardoyo menjelaskan Gen C adalah istilah yang pertama kali ditemukan oleh Youtube.

Berbeda dengan istilah generasi lainnya, gen C tidak terbatas usia. Gen C adalah connected generation atau gerenasi yang selalu terkoneksi. Mereka gemar membuat konten (creation), mengkurasi konten (curation), serta membangun komunitas daring dan intens dengan aktivitas digital (connected). “Gen C bisa berumur dari 15 sampai 70 tahun. Usia 70 tahun masuk generasi ini bila mereka selalu terkoneksi dengan internet,” ungkapnya belum lama ini.

Mereka yang termasuk gen C ketika bangun tidur yang dicari adalah ponsel pintarnya. Mereka tidur di samping ponsel dan bahkan ketika ponselnya tertinggal di rumah saat berpergian maka gen C rela kembali lagi ke rumah hanya untuk mengambilnya.

Pola belanja kehadiran gen C ini telah membentuk pola baru pada dunia ritel dan jenama. Sebanyak 53,7 persen dari mereka selalu melakukan perbandingan harga secara daring. Mereka juga mencari barang yang sudah direkomendasi dari key opinion leader (KOL) atau Youtuber. “Kemudahan mengakses informasi publik, ulasan, dan perbandingan harga mendorong konsumen gen C menemukan barang dengan kualitas terbaik namun dengan harga terendah,” jelasnya.

Selain itu, 16 persen sampai 34 persen gen C bergantung pada jejaring sosial mereka saat mengambil keputusan pembelian barang. Kualitas tetap menjadi faktor penting dalam pembelajaran gen C namun yang lebih utama lagi adalah kesesuaian harga. “Mereka juga sering menjadi ambassador dari merek tanpa direkrut merek tersebut. Karena mereka suka barangnya, kemudian posting di media sosial,” jelasnya.

Gen C juga lebih senang bertransaksi nontunai untuk membayar belanjaannya. Transaksi yang laing sering digunakan adalah pembayaran menggunakan kartu debit, kartu kredit, baru alat pembayaran nontunai bentuk lainnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA