Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Sunday, 12 Sya'ban 1441 / 05 April 2020

Penyuka Kopi Pahit Cenderung Psikopat

Jumat 29 Mar 2019 06:12 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Secangkir kopi (ilustrasi)

Secangkir kopi (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kopi pahit tak hanya soal rasa yang kuat tapi bisa jadi tanda psikopat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika Anda menyukai kopi hitam, mungkin Anda hanya orang yang menyukai rasa yang kuat, menjaga kesehatan, atau hanya ingin minum kopi seperti yang seharusnya diminum. Namun, jangan-jangan kebiasaan itu juga menunjukan Anda mungkin seorang psikopat.

Teori tersebut muncul dari sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Appetite. Studi itu menemukan korelasi antara kecintaan terhadap kopi hitam dan kecenderungan sadis atau psikopat.

Dikutip dari Indy100, Jumat (29/3), penelitian ini mensurvei lebih dari 1.000 orang dewasa yang diminta untuk memberikan preferensi makanan dan rasa. Para peserta kemudian mengambil serangkaian tes kepribadian yang menilai sifat-sifat kepribadian antisosial, seperti sadisme, narsisme, dan psikopati.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Innsbruck ini menemukan preferensi rasa pahit dikaitkan dengan perilaku psikopat. Hubungan terdekat adalah antara makanan pahit dan 'sadisme sehari-hari', artinya kenikmatan menimbulkan rasa sakit tingkat menengah pada orang lain.

Bukan hanya kopi hitam yang seharusnya membunyikan lonceng alarm tentang kecenderungan yang mengkhawatirkan. Penelitian ini juga menemukan peserta yang melaporkan kesukaan akan lobak, seledri, dan air tonik juga lebih cenderung menunjukkan sifat antisosial.

Studi ini bukan pertama kalinya penelitian menemukan hubungan antara selera dan kepribadian. Studi sebelumnya yang berjudul Sweet taste preferences and experiences predict prosocial inferences, personalities, and behaviors menunjukkan pengalaman rasa manis meningkatkan kesesuaian dan keinginan untuk membantu. Di sisi lain pengalaman rasa pahit meningkatkan permusuhan dan menimbulkan penilaian moral yang lebih keras.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB