Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Pasar Tambaklorok Bakal Jadi Pusat Kuliner Olahan Ikan Segar

Selasa 26 Mar 2019 15:43 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Christiyaningsih

Pekerja membangun trotoar di lokasi pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok, Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/4).

Pekerja membangun trotoar di lokasi pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok, Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/4).

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Kampung nelayan Tambaklorok yang dulu kumuh kini telah menjadi Kampung Bahari

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Fasilitas umum di Kampung Bahari Tambaklorok Kota Semarang kian lengkap dengan diresmikannya Pasar Tambaklorok oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (25/3). Orang nomor satu di Kota Semarang ini berharap keberadaan pasar yang megah tersebut harus bisa mendorong kunjungan wisata kuliner ke Kampung Bahari. Cara mendorong wisata kuliner menurutnya dengan menjadikan Pasar Tambaklorok sebagai pusat dari aneka kuliner hasil laut.

Predikat sebagai pusat kuliner olahan hasil laut diharapkan bisa mendorong perekonomian serta kesejahteraan warga setempat. “Kalau warga Kampung Bahari ini sejahtera, pasar yang sudah dibangun oleh pemerintah dengan megah ini tidak akan kumuh,” ungkap Wali Kota Semarang, Selasa (26/3). Wali kota ingin keberadaan pasar tersebut dapat dioptimalkan untuk menjual berbagai potensi Kampung Bahari Tambaklorok yang sebelumnya juga dikenal sebagai kampung nelayan.

Harapan di masa depan jika orang menyebut Kampung Bahari Tambaklorok nantinya akan terbangun persepsi pusatnya kuliner seafood Kota Semarang. “Jadi kalau orang khususnya wisatawan yang ingin menikmati aneka kuliner ikan segar di Kota Semarang pasti akan menuju ke Kampung Bahari,” tegas wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari mata pencaharian utama sebagai nelayan serta menjual ikan segar hasil tangkapan dari laut. Jika pasar dan kawasan Kampung Bahari ini hidup tentunya akan berdampak langsung pada sektor- sektor riil lainnya. Kampung nelayan Tambaklorok yang dulu terkenal kumuh kini telah menjadi Kampung Bahari melalui penataan serta pembangunan infrastruktur menggunakan dana APBN.

Hendi berpesan agar warga dan semua pihak harus bisa menjaga, merawat, dan memanfaatkan Kampung Bahari Tambaklorok dengan baik. Dia juga berpesan untuk segera membentuk paguyuban Kampung Bahari Tambaklorok agar kampung yang dicanangkan sebagai kampung wisata bahari bisa berjalan maksimal dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebuah pasar tentu akan terkait dengan banyak sektor. Pasar tidak hanya menjadi tempat interaksi antara pedagang dan pembeli namun juga ada pengelolaan parkir, penataan para pedagang agar tetap rapi dan bersih, inovasi, keamanan pengunjung, dan lainnya. “Makanya, saya mewanti- wanti jaga, rawat serta manfaatkan pasar Tambaklorok ini sebaik- baiknya agar lebih bermanfaat bagi warga di Kampung Bahari,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto sebelumnya mengungkapkan saat ini Dinas Perdagangan Pemkot Semarang tengah membangun lapak- lapak tambahan agar para pedagang dapat terakomodir dengan rapi. Pembangunan lapak-lapak ini menempati bagian belakang pasar. Ia juga sepakat jika kawasan Kampung Bahari ini dijadikan sebagai pusatnya aneka kuliner olahan ikan segar. Karean itu lapak- lapak tambahan yang lebih representatif juga ditambahkan di pasar ini.

Guna mendukung estetika serta kebersihan akses menuju pasar Tambaklorok, pemkot juga akan menertibkan hunian- hunian liar yang berada di bawah kolong jembatan jalan arteri Komodor Laut Yos Sudarso. Bangunan-bangunan liar tersebut berada tak jauh dari akses menuju Kampung Bahari Tambaklorok. Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera melakukan penertiban. “Pasar pasti akan menjadi pusat kunjungan sehingga aksesnya pun juga harus tertata rapi dan bersih,” tambah Fajar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA