Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Satai Madura, Penanda Identitas Budaya Indonesia

Ahad 03 Mar 2019 08:57 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Satai ayam

Satai ayam

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Satai Madura dan Satai Maranggi paling sering dipromosikan di tingkat dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satai merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang dikenal seluruh penjuru negeri hingga populer di dunia. Di dalam negeri, satai memiliki beragam jenis sesuai dengan budaya masing-masing daerah.

"Satai Indonesia memiliki jenis paling banyak bila dibandingkan dengan negara-negara Asean dan Asia Tenggara," ujar William Wongso. Wongso menjelaskan, ada dua jenis satai dari Indonesia yang sering dipromosikan di tingkat dunia. Pertama, satai ayam bumbu kecap versi madura dan satai Maranggi dari Purwakarta.

Di Indonesia, pedagang satai versi Madura sudah tersebar luas ke pelosok Nusantara. Hampir di setiap daerah satai jenis Madura dijajakan dengan menggunakan gerobak keliling atau berjualan dengan menggunakan tenda.

Wongso menerangkan alasan satai Madura menjadi salah satu identitas budaya Indonesia. Satai madura memiliki cocolan bumbu kacang dipadu dengan saos kecap sebagai bahan marinasi. Pakar kuliner kelahiran Malang, Jawa Timur, itu menyebut para turis mancanegara sangat menyukai saos kacang marinasi satai buatan Madura.

Berbeda dengan satai versi Maranggi, lanjut dia, proses marinasi tidak menggunakan saos. Tapi menggunakan bumbu asam, ketumbar jinten, cabai, dan gula Jawa. Daging pun dipotong-potong dan dimarinasi, baru kemudian ditusuk dan dipanggang.

photo
Satai Maranggi


Wongso berpendapat, ada beberapa lokasi penjual satai di Jakarta yang memiliki bumbu kacang yang enak. Ia meyakini, satai ayam di Jalan Sambas, satai di depan Rumah Sakit Pertamina, dan Warung Apjay di Panglima Polim sudah memenuhi standarnya.

Selain itu, Wongso juga memberikan resep untuk membuat bumbu satai kacang yang pas untuk dihidangkan. "Prinsipnya, satai itu, kacangnya disangrai atau bisa digoreng kemudian direbus. Setelah itu, tambahkan cabai, bawang merah, bawang putih, dan sedikit kencur, lalu digiling sampai halus dan dikasih kecap manis" terangnya.

Sedangkan, Chef Haryo Pramoe menjelaskan, bumbu satai telah mengalami perkembangan seiring degan gencarnya promosi kuliner Indonesia. Tak heran jika satai ayam Indonesia kini bisa diolah dengan gaya masakan Eropa.

Haryo menerangkan, tahap membuat satai ayam ala Eropa terbilang cukup mudah. Potong daging ayam seukuran ibu jari, kemudian marinasi selama 24 jam dan masukkan ke dalam lemari es.

Kemudian, siapkan bumbu sajian, seperti garam, lada putih atau hitam, jeruk nipis, bawang putih, kecap manis, saus tiram atau penyedap dan minyak sayur. Jika ingin membuat daging yang empuk, celupkan ke dalam bumbu marinasi dan jus nanas tanpa gula sebelum dibakar di atas bara api.

Haryo menekankan, bumbu satai bisa disesuaikan berdasarkan keinginan sehingga rasa pun bisa disesuaikan dengan lidah daerah masing-masing. "Bumbu tersebar melalui jalur perdagangan (silk road), sehingga bumbu bisa mengadaptasi makanan berdasarkan regional,“ katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA