Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Gim Ini Bantu Atasi Masalah Depresi

Senin 25 Mar 2019 15:36 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Pria bermain video gim.

Pria bermain video gim.

Foto: pixabay
Permainan interaktif lebih efektif mengatasi depresi daripada televisi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dalam video gim petualangan Sea of Solitude yang akan datang, karakter utama seorang wanita muda bernama Kay yang menavigasi kota yang sebagian tenggelam. Dia harus menghadapi banyak makhluk bersisik bermata merah dalam kondisi tersebut.

Ketika permainan berlangsung, Kay menyadari makhluk yang ditemui adalah manusia yang berubah menjadi monster ketika menjadi terlalu kesepian. Untuk menyelamatkan dirinya, dia berjuang untuk mengatasi kesepiannya sendiri.

Karakter Kay tersebut dikembangkan oleh direktur kreatif dari Jo-Mei Games, Cornelia Geppert. Perkembangan cerita ini mulai digarap setelah dia berjuang setelah merasakan pada tahun 2013. "Saya merasa seperti terjebak di dalam sangkar," ujar perempuan berusia 37 tahun, dikutip dari New York Times, Senin (25/3).

Gim Sea of Solitude akan dirilis Electronic Arts tahun ini. Keberadaan gim ini pun semakin mengukuhkan keberadaan gim-gim yang menyentuh masalah kesehatan mental.

Tahun lalu, sebuah permainan bernama Celeste mengeksplorasi depresi dan kegelisahan melalui seorang protagonis yang harus menghindari rintangan fisik dan emosional. Dalam video gim aksi-petualangan fantasi tahun 2017 Hellblade: Senua's Sacrifice yang menunjukan petulangan prajurit Celtic muda berhadapan dengan psikosis.

Ada pula gim Night in the Woods and Pry yang menyentuh bahasan identitas diri, masalah kemarahan, dan gangguan stres pascatrauma. Semua mengikuti permainan fiksi interaktif tahun 2013 Depresi Quest yang meminta pemain untuk masuk ke posisi karakter yang hidup dengan depresi.

Pengembangan gim membahas kesehatan mental ini sejalan dengan data yang terkumpul dengan pengidap depresi yang terus meningkat. Menurut National Mental Health Institute, satu dari lima orang dewasa Amerika Serikat hidup dengan masalah mental.

"Kesehatan mental menjadi narasi yang lebih sentral dalam budaya kita, dengan upaya yang lebih besar untuk menormalkan tantangan kesehatan mental," kata direktur eksekutif Take This Eve Crevoshay, sebuah organisasi nirlaba yang mendidik pengembang video gim tentang praktik terbaik seputar menggambarkan kesehatan mental. 

Sampai saat ini, sebagian besar permainan yang menangani kesehatan mental dikembangkan dari pembuat independen. Mereka berani mencoba untuk membuat sesuatu yang lebih berisiko dan materi yang tidak biasa. Namun, Sea of Solitude menunjukkan perubahan dengan Electronic Arts. Rumah produksi ini merupakan industri besar dan lebih dikenal dengan permainan sepak bola Madden dan pertarungan.

"Kami segera terpikat oleh semangat Connie dan visi artistik untuk Sea of Solitude, yang unik, indah direalisasikan, dan dibuat lebih kuat dengan menjadi yang penting," kata general manager EA Originals, label yang fokus pada penerbitan game independen Rob Letts.

Beberapa orang di industri gim mengatakan permainan yang interaktif lebih efektif daripada film atau televisi dalam menangani kesehatan mental. Mewujudkan karakter permainan video yang menderita depresi mungkin meninggalkan kesan yang lebih dalam tentang tantangan penyakit daripada hanya menonton film tentang karakter yang sama.

"Cara yang lebih efektif untuk bangkit kembali dari suasana hati negatif daripada bentuk media pasif seperti TV atau film," kata praktisi kesehatan mental di Seattle, Raffael Boccamazzo.

Pernyataan tersebut pun dialami oleh Sam Rodriguez setelah memainkan salah satu video gim Night in the Woods. Penulis lepas di Atlanta itu mengatakan diagnosis gangguan bipolar tahun lalu telah membuatnya merasa terisolasi dan hilang.

Tapi, Rodriguez merasakan hubungan dengan protagonis Night in the Woods bernama Mae, seorang siswa putus sekolah yang kembali ke kampung halamannya dan berjuang untuk berhubungan kembali dengan keluarga dan teman-teman. "Saya bisa mengalami dunia melalui mata seseorang seperti saya, yang merasa tidak berdaya dan tanpa tujuan dalam hidup," ujar Rodriguez dan merasa sangat tertarik untuk penggunaan sarkasme Mae untuk membelokkan dan mengubur masalahnya sendiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA