Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Bekraf Rancang Program Pembiayaan Khusus Food Startup

Senin 25 Mar 2019 15:17 WIB

Red: Indira Rezkisari

Kuliner Indonesia. Makanan Indonesia masih belum banyak yang bisa berekspansi keluar negeri. Perlu dorongan dan bantuan pemerintah agar makanan Indonesia lebih banyak di luar negeri.

Kuliner Indonesia. Makanan Indonesia masih belum banyak yang bisa berekspansi keluar negeri. Perlu dorongan dan bantuan pemerintah agar makanan Indonesia lebih banyak di luar negeri.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Food startup Indonesia diharapkan bisa ekspansi keluar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah menyiapkan program pembiayaan khusus bagi food startup yang ingin mengembangkan cabang usaha ke luar negeri. Program pembiayaan ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor makanan Indonesia, dan membuat citarasa makanan Indonesia mendunia.

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fajar Hutomo mengatakan, saat ini usulan skema pembiayaan sedang dikaji di Kementerian Keuangan. Untuk jumlah pendanaan yang diusulkan mencapai Rp 50 miliar.

“Memang bukan angka yang fantastis. Tapi ini diharap kan bisa membantu permodalan food startup di Indonesia yang ingin ekspansi ke luar negeri,” kata Fajar dalam peresmian Accelerice di Kuningan Jakarta, Senin (25/3).

Terkait skema maupun syarat penerima modal hingga kini masih terus dikaji. Namun tentunya food startup yang bisa diekspor harus memenuhi standar produk. Misalnya standar rasa, higienis, keamanan pangan, dan lainnya.

“Salah satu masalah kita kan itu ya. Kuliner kita itu belum punya standar produk, sedangkan kalau mau ekspor ke luar harus jelas standar produknya,” jelas dia.

Program pembiayaan khusus tersebut direncanakan akan rampung tahun ini. Dia optimis, pembiayaan khusus yang membantu food startup membuka cabang di luar negeri ini akan meningkatkan PDB Indonesia. Mengingat, pada tahun 2016 kuliner menjadi subsektor ekonomi kreatif dengan pendapatan tertinggi yaitu 41,6 persen.

“Kuliner ini punya potensi untuk terus dikembangkan hingga ke luar negeri. Karena kita ingin rasa Indonesia mendunia,” ucap Fajar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA