Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kopi Solok Radjo: Sensasi Kopi Rasa Lemon Segar

Ahad 24 Mar 2019 08:09 WIB

Red: Elba Damhuri

Kopi Solok Radjo yang sudah diseduh.

Kopi Solok Radjo yang sudah diseduh.

Foto: Elba Damhuri
Kopi Solok Radjo memiliki cita rasa asam segar, pahit, dan cita rasa sayuran.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Elba Damhuri

Pada awal Maret lalu, Museum Bank Indonesia (BI) menggelar acara  Ekspo Kopi Nusantara Binaan BI bersamaan dengan Pelatihan Jurnalistik Milenial Republika dan BI. Salah satu kopi yang dipamerkan adalah Solok Radjo yang belakangan ini memang ngehits di kalangan penikmat kopi.

Saya bertemu Teuku Firmansyah dari Koperasi Petani Kopi Solok Radjo yang hadir di Expo BI ini. BI di berbagai wilayah di Indonesia memberikan pembinaan kepada petani-petani kopi termasuk Solok Radjo ini.

"Yang membedakan rasa kopi Solok Radjo ini dari kopi lainnya pada rasa fruity-nya (buah) yang begitu segar dan rasa herbal," kata Teuku saat berbincang dengan saya.

Tentu, ada rasa pahitnya meski tidak kuat. Dibandingkan kopi Rinjani dan Gayo, Solok Radjo ini memiliki kekentalan yang lebih rendah. Kopi Gayo terkenal body-nya yang tebal.

Baca Juga

photo
Kopi Solok Radjo: Kopi Solok Radjo yang diseduh secara manual menggunakan kertas filter dan dripper V60.


Teuku memberikan saya kopi Solok Radjo arabika dan robusta. Yang arabika, selain untuk seduh manual, bagus juga untuk kopi espreso dan produk turunannya seperti latte atau capucino.

Saya pun mencoba meracik kopi Solok Radjo di rumah ini dengan metode seduh manual menggunakan dripper V60.  Rasio kopi dan air 1:12, yang memang ini favorit saya.

Biji kopi yang saya pakai 15 gr dan air seduhnya 180 ml. Suhu air yang saya pakai 90 derajat Celcius.

Langkah pertama, biji kopi Solok Radjo digiling manual. Lumayan memakai tenaga, tetapi ini sehat. Bubuk kopinya agak kasar agar variasi rasa dan aroma tetap terjaga.

Langkah kedua, memasukkan bubuk kopi yang sudah digiling ini ke dripper yang sudah dilapisi kertas penyaring V60. Sebelum bukuk kopi dimasukkan, kertas penyaring ini dibahasi air panas terlebih dahulu untuk menghilangkan bau kertas ke kopi.

photo
Kopi Solok Radjo: Proses penyeduhan kopi Solok Radjo dengan manual.


Langkah ketiga, proses blooming atau pelepasan gas-gas dari sel-sel kopi. Blooming ini berarti menuangkan air panas kurang lebih 30 ml untuk kemudian didiamkan selama 45 detik.

Setiap sel-sel pada bubuk kopi memiliki gas yang bisa menghambat masuknya air panas ke sel kopi itu. Akibatnya, rasa kopi yang keluar menjadi tidak maksimal karena air beradu dengan gas pada sel kopi tersebut.

Blooming menjadi penting karena dia melepaskan gas-gas yang ada di kopi sebelum proses penyeduhan berikutnya. Soal periode waktunya, ada yang mengatakan 30 detik, 45 detik, 1 menit.

Langkah keempat, setelah blooming lakukan penyeduhan tahap kedua yakni menuangkan air panas hingga 90 ml. Tahap ini penting untuk mengeluarkan rasa asam segar (buah, bukan saya masam yang tidak enak).

Kemudian diamkan hingga 20 detik dan dilanjutkan dengan penyeduhan ketiga atau terakhir hingga 180 ml. Proses ini penting karena rasa manis, pahit, dan sensasi earthy kopi muncul.

Kopi Solok Radjo pun selesai dibuat kurang dari tiga menit. Rasa yang dihasilkan pun mirip dengan ciri kopi aslinya saat dicupping: rasa lemon (buah) segar sangat terasa, ada pahit tipis, dan sedikit aroma herbal/sayuran.

photo
Kopi Solok Radjo: Produk kopi Solok Radjo yang saat ini menjadi incaran penikmat kopi Indonesia.


Rasa kopinya balance antara asam dan pahit. Kompleksitas rasa juga terasa dengan variasi sensasi rasa buah, pahit, dan sayur.

Tak heran, kopi Solok Radjo kini menjadi incaran para penyuka dan penikmat kopi Indonesia. Rasanya memang asyik dan enak. Di beberapa kafe kopi ternama di Jakarta, tersedia kopi Solok Radjo ini.

Tentu, proses penyeduhan menentukan rasa dan aroma yang muncul dari kopi Solok Radjo ini. Ingat, metode penyeduhan sangat banyak dan setiap penikmat kopi memiliki gaya sendiri dalam menyeduh sehingga hasil seduhannya pun berbeda.

Saya pernah meminum kopi Solok Radjo ini di beberapa kafe dan rasanya beda. Ada sensasi pahit yang kuat dan asam yang tebal. Pernah juga saya rasakan pahit yang kurang mengenakan.

Bagaimana after tastenya? Dengan metode penyeduhan yang saya berikan di atas, after taste yang muncul pahit ringan dengan sedikit asam. Rasa pasca-minum ini pun tidak berjarak panjang.

Selamat menikmati kopi Solok Radjo...

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA