Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Ibu Sulit Menyusui Bayi? Begini Solusinya

Selasa 19 Mar 2019 10:05 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Christiyaningsih

Ibu menyusui bayinya.

Ibu menyusui bayinya.

Foto: Republika/Prayogi
ASI memberikan manfaat yang tak terhitung jumlahnya bagi ibu dan bayi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak ibu hamil bercita-cita menyusui bayinya setelah melahirkan. Namun biasanya ada ibu yang tidak bisa memberikan ASI pada bayi. Entah alasan ASI yang kurang lancar atau alasan medis lainnya. Nah bagaimana jika itu terjadi?

Profesor pediatri di Cooper Medical School, Rowan University, Lori Feldman-Winter, mengatakan tidak perlu khawatir jika ibu baru ingin bayinya memiliki perlindungan seperti itu. Akan teapi beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan menyusui pada awalnya.

"Mungkin ada masalah dengan mengeluarkan kolostrum dari payudara jika ada terlalu banyak stres, ada pemutusan pada saluran dari operasi payudara sebelumnya, atau ada ekspresi susu yang tidak efektif," ujar Feldman-Winter yang juga menjabat sebagai juru bicara American Academy of Pediatrics seperti dilansir Parents.

Jika itu masalahnya, hubungilah konsultan laktasi. Konsultan laktasi dapat membantu masalah ibu menyusui sehingga berada di jalur yang benar. Mintalah untuk berbicara di rumah sakit atau temukan satu di sekitar rumah melalui Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional (ilca.org).

Profesor ilmu klinis di Fakultas Kedokteran Florida State University dan Ketua Bagian Akademi Pediatrik Amerika tentang Menyusui, Joan Younger Meek, menambahkan kiatnya. Menurut Meek jika mengalami kesulitan memberi ASI bayi yang baru lahir, ibu dapat menuang kolostrum ke dalam satu sendok teh atau wadah kecil. Sehingga, ibu dapat menyuapi kolostrum untuk bayinya.

Ingatlah bahwa bayi baru lahir tidak membutuhkan banyak cairan pada awalnya. Sedikit kolostrum memberi semua nutrisi yang bayi butuhkan. Faktanya, bayi yang baru lahir hanya akan mendapat sedikit kolostrum pada setiap menyusui. Ini karena perutnya sangat kecil dan tidak dapat menangani banyak cairan.

Bahkan jika seorang ibu tidak berencana menyusui dalam jangka panjang, para ahli menyarankan agar para ibu setidaknya memberikan kolostrum pada bayi selama beberapa hari pertama. "Jumlah ASI berapa pun memberikan tingkat perlindungan dan akan membantu memerangi penyakit dan infeksi," kata Feldman-Winter.

Tidak ada formula yang bisa meniru zat aktif biologis yang ada dalam ASI. Pada awalnya, payudara tidak akan terasa penuh. Tetapi, sekali lagi, volume kolostrum yang sedikit menyimpan manfaat yang besar. Beberapa hari setelah melahirkan, ASI akan 'terisi'. Volumenya akan meningkat dan cairan akan menjadi zat putih yang lebih kental.

ASI itu akan terus memberikan manfaat yang tak terhitung jumlahnya bagi ibu dan bayi yang disusui, termasuk nutrisi dan kalori yang dibutuhkan bayi. Intinya, banyak wanita menerima kolostrum begitu saja, mengira itu hanyalah pendahulu dari ASI. Padahal faktanya kolostrum sangat penting.

"Alam telah membuat cara sempurna untuk memungkinkan keturunan kita menjalani kehidupan yang paling sehat dan bebas penyakit, menggunakan mekanisme biologis dan genetika yang luas dan kompleks, dan yang memanfaatkan fitur genetik dan lingkungan bersama antara ibu dan bayi," ungkap Feldman-Winter.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA