Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Ngarai Islandia yang Dipopulerkan Bieber Ditutup untuk Turis

Jumat 15 Mar 2019 08:49 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Justin Bieber

Justin Bieber

Foto: EPA
Semakin banyak lokasi wisata di Islandia telah ditutup demi pelestariannya.

REPUBLIKA.CO.ID, REYJAVIK-- Setiap tahun Islandia telah memblokir jutaan wisatawan yang turun ke pulau vulkanik dan mengunjungi ngarai yang telah ditayangkan dalam video musik Justin Bieber. Masuknya wisatawan dan musim dingin yang lembab telah mengganggu ekosistem Ngarai Fjadrargljufur yang rapuh.

Badan Lingkungan Hidup Islandia telah menutup situs itu untuk umum hingga 1 Juni. “Selama periode pencairan, jalan itu benar-benar berlumpur dan praktis tidak dapat digunakan untuk pejalan kaki,” kata penasihat lembaga, Daniel Freyr Jonsson, seperti yang dikutip dari Malay Mail, Jumat (15/3).

“Karena lumpurnya sangat tebal, pengunjung melangkahi pagar dan berjalan sejajar dengan jalan setapak, yang dengan cepat merusak kehidupan tanaman,” tambahnya.

Fjadrargljufur adalah ngarai dengan kedalaman sekitar 100 meter dan panjang dua kilometer dengan dinding hijau curam dan dasar sungai yang berliku. Ngarai diciptakan oleh erosi progresif dari pencairan air dari gletser 9.000 tahun yang lalu.

Hanya sedikit orang asing yang mengetahui ngarai itu. Hingga akhir 2015, penyanyi Kanada Justin Bieber menampilkan tempat tersebut dalam musik video lagu "I’ll Show You".

“Kunjungan ke situs telah meningkat 50 hingga 80 persen per tahun sejak 2016,” kata Jonsson. Ia memperkirakan ada sekitar 300 ribu orang mengunjungi pada 2018.

Semakin banyak lokasi wisata di Islandia telah ditutup dalam upaya untuk melestarikannya. Lembah Reykjadalur yang populer dan sumber air panasnya ditutup sementara pada April 2018. Jalur pendakiannya yang menghadap ke air terjun Skogafoss saat ini ditutup.

“Pariwisata di musim dingin dan musim semi (adalah) periode paling sensitif bagi kehidupan liar di Islandia, (sebelumnya) hampir tidak pernah terjadi di Islandia,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA