Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Obat Sebatas Ringankan Kelainan Katup Jantung

Senin 04 Mar 2019 18:15 WIB

Red: Indira Rezkisari

Penyakit jantung.

Penyakit jantung.

Foto: Foto : MgRol112
Operasi menjadi pilihan utama mengatasi kelainan katup jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Siloam Heart Institute dr Antono Sutandar SpJP-K mengatakan, obat-obatan hanya dapat meringankan gejala kelainan katup jantung. Pengobatan belum dapat mengatasi kelainan katup tersebut.

"Sampai saat ini, obat-obatan hanya dapat meringankan gejala kelainan katup jantung, tetapi tidak dapat membereskan kelainan katup. Dengan semakin memberatnya kelainan katup jantung, obat-obatan tidak lagi dapat meringankan kerja jantung yang semakin berat," ujar Antono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan operasi katup jantung akan menjadi pilihan utama untuk mengatasi masalah tersebut. Penggantian katup jantung dapat dilakukan melalui kateter atau biasanya disebut transcatheter aorta valve implantation (TAVI).

Jantung dilengkapi dengan empat katup jantung yang akan membuka dan menutup seirama dengan detak jantung untuk memastikan aliran darah berjalan ke arah yang benar. Salah satunya adalah katup aorta. Katup aorta merupakan katup yang dilewati saat darah dari jantung mengalir ke seluruh tubuh.

Penyempitan katup aorta atau stenosis aorta akan meningkat seiring bertambahnya usia. Data menyebutkan bahwa prevalensi stenosis aorta adalah 0,2 persen pada usia 50-59 tahun, 1 persen pada usia 60-69 tahun, 4 persen pada usia 70-79 tahun, dan mencapai kurang lebih 10 persen pada usia 80-89 tahun.

Dia menambahkan, jika stenosis aorta terjadi sebelum usia 50 tahun, sering kali ini disebabkan oleh penyakit katup jantung rematik yang disebabkan oleh peradangan kronis katup jantung kiri.

"Normalnya katup aorta terdiri atas tiga daun katup (tricuspid valve). Jika katup aorta hanya memiliki dua daun katup (bicuspid valve) ataupun satu daun katup (unicuspid valve) karena kelainan sejak lahir, maka stenosis aorta akan terjadi lebih cepat."

Dia menjelaskan, stenosis aorta umumnya akan membuat otot jantung bekerja lebih berat. Sebab, jantung harus memompa darah melalui pintu yang sudah mengecil untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika kondisi ini dibiarkan, penyempitan katup akan semakin memberat dan akhirnya pasien dapat mengalami gagal jantung.

Salah satu upaya mengatasi kelainan tersebut dengan TAVI. Metode itu memungkinkan implantasi katup aorta tanpa pembedahan, tetapi hanya menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah besar di area pangkal paha.

Metode invasif minimal ini juga menjadi solusi pada orang-orang yang dianggap berisiko menengah sampai tinggi (khususnya pasien di atas 80 tahun) untuk dilakukan operasi penggantian katup secara konvensional. "Tindakan TAVI juga memiliki risiko tindakan yang lebih rendah serta proses pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi penggantian katup konvensional," cetus dia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA