Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Menelusuri Masjid Ibrahim di Hebron

Ahad 03 Mar 2019 23:13 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi di Hebron

Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi di Hebron

Foto: http://www.procon.org
Di bawah pemerintahan Islam, Masjid Ibrahim diberi perhatian khusus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di bawah pemerintahan Islam, Masjid Ibrahim diberi perhatian khusus dan didekorasi dengan banyak permadani hijau yang dihiasi dengan ayat-ayat Alquran.

Tempat sujud ini terdiri dari halaman terbuka, kamar koridor kubah, dan gua. Bangunan ini digunakan untuk pemakaman Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Yaqub AS, dan istri-istrinya. Lalu ada bangunan besar berukuran 60 meter dan lebar 34 meter.

Di sekelilingnya terdapat tembok besar yang dibangun dari batu raksasa yang dipotong halus. Masjid Ibrahim memiliki dua menara yang didesain dengan gaya Mamluk dengan ketinggian masing-masing sekitar 15 meter dari permukaan bangunan.

Mimbar Masjid Ibrahim berada di sebelah kanan tangga mihrab yang memiliki ciri khas desain periode Dinasti Fatimiyyah. Mimbar ini dianggap paling tua yang digunakan umat Islam. Kendati demikian, kondisi mimbar masih terawat hingga kini.

Di sebelah utara Masjid Ibrahim terdapat halaman terbuka yang dikelilingi oleh kamar, sedangkan di sudut utara masjid terdapat sebuah ruang untuk berdoa. Ada pun di bagian selatan terdapat mihrab dan serambi Sultan Barquq, dan di sebelah baratnya adalah Jami an-Nisa.

Di dalam masjid terdapat beberapa buah cenotaph atau bangunan mini yang melambangkan masing-masing jasad yang dikubur di gua Makfilah tepat di bawah masjid. Mereka adalah Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Cenotaph bagi laki-laki yang berada dalam ruangan tersebut berbentuk segi delapan, yaitu untuk Nabi Ibrahim, Nabi Yaqub, dan Nabi Ishak. Sementara untuk para wanita, cenotaph yang digunakan ber bentuk segi enam.

Meskipun usianya sangat panjang dan banyak terjadi gempa besar di Hebron, bangunan Masjid Ibrahim tidak kehilangan stabilitas dan tidak pernah mengalami kerusakan yang memerlukan restorasi.

Konstruksinya kuat. Fondasinya mampu menopang dan melindungi bangunan meski bumi bergetar. Kekuatan ini tak lepas dari rancangan yang matang dengan kesungguhan orang-orang yang membangunnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA