Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Senin, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Strok Kini Intai Anak Muda

Rabu 27 Feb 2019 05:20 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pasien penderita stroke saat dirawat di sebuah rumah sakit.

Pasien penderita stroke saat dirawat di sebuah rumah sakit.

Foto: dok.Republika
Strok mengintai anak muda karena gaya hidup tidak sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Penyakit strok tidak hanya terjadi pada orang tua. Strok kini mengintai anak muda atau remaja karena gaya hidup yang tidak sehat.

Baca Juga

Menurut dokter spesialis saraf Dewanta dari Siloam Hospitals Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, gejala strok berasal dari pola hidup yang tidak sehat. Tanda-tanda itu biasanya seseorang merasa pusing seperti migrain, kesemutan, baal separuh badan, dan gangguan pada penglihatan di salah satu atau kedua mata.

"Bila tanda itu sudah mulai terasa maka anjurannya harus segera melakukan cek laboratorium guna memastikan penyakit yang ada pada tubuh," katanya, Selasa (26/2).

Keadaan tersebut bila tetap dibiarkan dan mengonsumsi berbagai obat maka dapat menyebabkan timbulnya prnyakit dan tentunya terjadi komplikasi. Selain itu, saat ini sudah lebih dari 15 juta jiwa di seluruh dunia dari muda hingga tua mengidap penyakit strok.

Sedangkan untuk Indonesia, sudah ratusan orang terkena penyakit tersebut. Itu dikarenakan penyakit strok adalah gangguan fungsi otak yang timbul mendadak, dan berlangsung selama 24 jam atau lebih.

"Kondisi ini jika tidak dikendalikan atau diobati dapat memburuk dan berakibat terjadinya penyempitan atau pecah pembuluh darah otak," kata Dewanta.

Untuk itu, bila terjadi serangan strok segera bawa ke rumah sakit terdekat dan diutamakan yang mempunyai dokter spesialis saraf (neurologi) atau fasilitas unit strok. Waktu yang tepat akan menyelamatkan gangguan fungsi otak.

Dewanta menambahkan, pertolongan yang akurat dan cepat harus segera dilakukan untuk menghindari kematian atau kecacatan yang menetap. Setiap menit keterlambatan pertolongan akan menyebabkan otak kekurangan darah. Artinya, 1,9 juta sel otak dan serabut otak akan mati.

Strok juga dapat terjadi karena faktor keturunan atau genetik. "Pada banyak kasus, terjadi penyakit strok yang dialami anak-anak atau remaja karena keturunan," katanya.

Agar terhindar dari strok, Dewanta menganjurkan menghentikan kebiasaan merokok dan berat badan dipertahankan sesuai berat idealnya. Lingkar pinggang untuk perempuan idealnya kurang dari 80 cm dan pria kurang dari 90 cm.

Ubah pola makan dengan mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kolesterol, menambah asupan kalium dan mengurangi natrium, serta banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Selain itu, juga harus olahraga yang cukup dan teratur dengan melakukan aktivitas fisik yang punya nilai aerobik (jalan cepat, bersepeda, dan berenang) secara teratur minimal 30 menit dan minimal tiga kali sepekan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA