Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Pesan Rasulullah: Ajarkan kepada Anakmu 3 Perkara

Ahad 17 Feb 2019 22:29 WIB

Red: Irwan Kelana

Ustaz Saroni SAg, MPd memberikan tausiyah di Ponpes Darul Akhyar, Kampung Parungbingung, Depok

Ustaz Saroni SAg, MPd memberikan tausiyah di Ponpes Darul Akhyar, Kampung Parungbingung, Depok

Foto: Dok Ponpes Darul Akhyar
Kalau sudah cinta Nabi dan keluarganya, yang lahir adalah ketaatan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Rasulullah mengingatkan setiap Muslim agar mengajarkan cinta Nabi dan keluarga Nabi, kepada anak-anaknya. “Rasulullah bersabda, yang intinya adalh ajarkan kepada anak  tiga  perkara. Yakni, cinta kepada nabimu, cinta kepada keluarga nabi, dan ajarkan membaca Alquran,” kata Ustaz Saroni SAg, MPd saat mengisi tausiyah peringatan Nabi Muhammad SAW sekaligus peresmian dan peluncuran Pondok Pesantren Darul Akhyar, Kampung Parungbingung, Depok, Ahad (17/2).

Saroni menambahkan, ketiga hal di atas sangat penting.  “Sebab,  bila tiga  perkara ini ada pada seseorang, maka  yang terjadi adalah anak akan cinta dan patuh kepada orang tua, serta  sayang kepada kawan dan guru; suami sayang istri dan istri akan sayang suami;  semua kita akan sayangke pada saudara,” ujar Saroni yang juga Pimpinan Ponpes Said Yusuf, Kampung Parungbingung, Depok, melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (17/2).

Lalu, kenapa harus cinta yang diutamakan? “Sebab, kalau sudah cinta,  maka yang timbul adalah  ketaatan,” tutur Saroni.

Pimpinan Ponpes Darul Akhyar, KH Dr Syamsul Yakin MA mengutarakan, dalam kesempatan tersebut Ponpes Darul Akhyar mengundang lima penceramah yang semuanya putra asli Kampung Parungbingung.  Mereka adalah  Drs K H Muhtaji Matridi, KH Syaroni N SAg, MPd, KH Damronih Lc,  Ustaz Firkah Maulana HM, dan  Ustazah Hj Ruwaitoh M. 

“Alhamdulillah, Kampung Parungbingung, Depok telah melahirkan banyak ulama level nasional. Semoga dengan adanya Ponpes Darul Akhyar, akan lebih banyak lagi ulama yang lahir dari Parungbingung. Baik putra asli Parungbingung, maupun mereka yang berasal dari manapun yang menuntut ilmu di pondok-pondok pesantren yang ada di Parungbingung,” tutur Syamsul Yakin.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA