Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Waktu Memulai Hari Pengaruhi Produktivitas dan Kesehatan

Senin 11 Feb 2019 06:00 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mengantuk di siang hari.

Mengantuk di siang hari.

Foto: ist
Begadang akan menganggu kesehatan dan sulit belajar bagi siswa yang beraktivitas pagi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah anda termasuk orang yang memulai aktivitas pagi-pagi ataukah gemar begadang sehingga sulit bangun pagi? Dua tipe itu disebut dengan chronotypes. Mengatur jadwal aktivitas mampu meningkatkan kualitas kesehatan, produktivitas, dan ketrampilan mengambil keputusan.

Tubuh kita punya ritme sirkadian yang menyinkronkan kebiasaan tidur dengan lingkungan. Tiap orang punya ritme yang berbeda tergantung pada usia, jenis kelamin, dan watak genetik. Banyak riset menunjukkan orang yang dipaksa menabrak ritme sirkadiannya punya risiko lebih tinggi mengalami obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker.

Dikutip dari CBC, efek itu tidak hanya berlaku pada orang dewasa namun juga pada remaja. Remaja yang betah begadang dan harus mengikuti kelas pagi akan lebih mudah terkena gangguan kesehatan dan gangguan belajar. 

Dalam sebuah eksperimen di SMA di Seattle, peneliti menemukan murid-murid yang memulai kelas 55 menit lebih lambat daripada jam biasa akan mengalami kenaikan prestasi sebanyak 4,5 persen, kenaikan tingkat kehadiran, dan punya kebiasaan sosial yang lebih baik. Jadi, ritme sirkadian yang teratur juga akan memengaruhi etika sehari-hari.

Studi pada 2016 yang dipublikasikan di Nature mengetes etika pengambilan keputusan dari partisipan yang bangun pagi dan yang doyan begadang untuk menentukan chronotype. Studi menemukan orang tipe pagi cenderung berlaku curang di waktu sore. Sedangkan orang tipe begadang cenderung berlaku curang di pagi hari. 

Camilla King yang meraih gelah Ph.D. dalam riset keseimbangan hidup dan bekerja di Technical University of Denmark mengatakan ritme bisnis sebaiknya mempertimbangkan lagi jam kerja tradisional.

"Aku yakin kita harus memberi orang tipe pagi jam kerja pagi dan orang tipe begadang jam kerja yang juga sesuai dengan ritme begadangnya. Hal itu akan meningkatkan produktivitas dan kualitas kesehatan," ungkap King dalam TED Talks. 

Dia juga mengingatkan memaksa orang untuk bekerja di waktu yang seragam justru menjadi penghambat tak perlu dalam sistem transit kita. "Lihatlah masalah infrastuktur di kota kita. Jika anda mulai bekerja setelah pukul 09.30 atau 10.00, maka itu akan menjadi solusi mengatasi kemacetan," jelasnya dalam The Sunday Edition CBC. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA