Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Flu Bisa Tingkatkan Risiko Strok dan Robekan Arteri Leher

Kamis 31 Jan 2019 16:32 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ani Nursalikah

Sakit flu

Sakit flu

Foto: flickr
Siegel menilai risiko terkait flu ini bisa diredam dengan pemberian vaksin flu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbeda dengan selesma atau pilek biasa, flu dapat membuat penderitanya sangat sakit. Di samping itu, flu juga dapat menjadi pemicu strok bahkan robekan pada arteri di leher.

Hal ini diungkapkan dalam dua studi berbeda. Tim peneliti pada studi pertama berhasil menemukan flu dapat meingkatkan risiko strok. Risiko strok akibat flu ini bisa meningkat hingga 40 persen.

"Risiko paling tinggi terjadi di 15 hari pertama influenza dan mulai menurun seiring berjalannya waktu," ungkap ketua peneliti dari Vagelos College of Physicians and Surgeons di Columbia University Amelia Boehme seperti dilansir Web MD.

Risiko strok terkait flu ini tak hanya berlaku bagi laki-laki tetapi juga perempuan. Masyarakat perkotaan dan pedesaan, hingga orang berkulit putih dan hitam juga menghadapi peningkatan risiko strok yang sama terkait flu.

Salman Azhar dari Lenox Hill Hospital mengatakan yang cukup menarik adalah flu dapat meningkatkan risiko strok hingga beberapa bulan. Menurut Azhar, inflamasi yang muncul akibat infeksi seperti flu dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap strok dan serangan jantung.

"Flu membuat sistem imun kelelahan bekerja dan Anda mendapatkan banyak inflamasi, dan inflamasi ini terus ada," kata Azhar.

Pada studi kedua dari tim peneliti berbeda di Columbia University, flu juga dapt meningkatkan risiko terjadinya robekan arteri di leher. Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan identifikasi terhadap lebih dari 1.700 kasus flu dan menemukan adanya 113 kasus di mana pasien flu mengalami robekan arteri di leher tiga tahun setelah terkena flu.

"(Temuan ini) mengindikasikan influenza mungkin merupakan pemicunya," ujar ketua tim peneliti Madeleine Hunter.

Menurut profesor di bidang medis dari New York University School of Medicine Marc Siegel, flu menyebabkan respons hiperimun dan meningkatkan penyumbatan serta kerusakan pada arteri. Meski begitu, Siegel mengatakan masalah ini bukan hanya terletak pada flu itu sendiri. Flu menjadi pintu dari beragam penyakit lain yang mengancam jiwa.

Siegel menilai risiko-risiko terkait flu ini bisa diredam dengan pemberian vaksin flu. Vaskin flu dapat melindungi individu dari infeksi influenza. Sekalipun terkena flu, orang-orang yang pernah mendapatkan vaksin flu akan merasakan gejala yang lebih ringan.

"Saya meniali komplikasi seperti ini, yang merupakan kompliaksi ekstrem, akan lebih berkurang melalui vaksin flu," kata Siegel.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA