Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Cara Menjadi Lebih Sehat di Akhir Pekan

Jumat 01 Feb 2019 05:57 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Perempuan tidur. Ilustrasi

Makan Burger atau Hotdog (ilustrasi).

Foto:
Jangan biarkan akhir pekan merusak kesehatan Anda.

Bersosialisasi

Menurut hasil penelitian 2005 yang dilakukan oleh psikolog di Jerman, bertemu dengan teman di akhir pekan baik untuk kesehatan dan membantu kinerja pekerjaan Anda selama minggu kerja. Dalam studi itu, para peneliti menyurvei 87 karyawan dari perusahaan layanan medis darurat yang membantu merawat orang selama keadaan darurat (seperti kecelakaan mobil) dan membawa mereka ke rumah sakit.

Para peserta menjawab berbagai pertanyaan tentang kegiatan akhir pekan mereka, kesehatan mereka, dan kinerja mereka setelah akhir pekan. Hasil menunjukkan orang-orang yang terlibat dalam lebih banyak kegiatan sosial selama akhir pekan melaporkan kesehatan keseluruhan yang lebih baik setelah akhir pekan, dibandingkan dengan mereka yang sedikit terlibat dalam kegiatan sosial.

Aktivitas sosial selama akhir pekan juga dikaitkan dengan lebih banyak keterlibatan di tempat kerja dan kinerja pekerjaan yang lebih baik pada awal minggu kerja. "Tampaknya menghabiskan waktu dengan orang-orang penting lainnya membangun kembali sumber daya [fisik dan emosional] yang terbayar setelah akhir pekan," tulis para peneliti.

Temuan ini mendukung penelitian yang menunjukkan menghabiskan waktu bersama orang lain dapat menjadi salah satu cara pulih dari tuntutan pekerjaan.

Kendalikan kalori

Beberapa penelitian telah menemukan orang Amerika makan lebih banyak pada akhir pekan. Namun, kesenangan akhir pekan ini dapat menambah berat badan.

Dalam sebuah penelitian 2008, 50 orang dewasa AS menimbang diri mereka sendiri setiap hari selama dua hingga empat minggu, dan kemudian terus menimbang diri mereka secara berkala selama setahun sementara mereka mencoba program penurunan berat badan. Mereka juga melacak makanan yang mereka makan sehingga para peneliti dapat memperkirakan asupan kalori mereka.

Studi ini menemukan sebelum mereka memulai program penurunan berat badan, asupan makanan peserta tertinggi pada Sabtu. Mereka mengonsumsi sekitar 240 kalori lebih banyak pada Sabtu, dibandingkan dengan hari kerja rata-rata.

Terlebih lagi, data dari penimbangan mereka menunjukkan mereka menambah sedikit berat badan selama akhir pekan. Rata-rata, mereka berbobot 0,13 pon (0,06 kilogram) lebih banyak per hari selama akhir pekan, daripada yang mereka lakukan pada hari kerja. Dan selama program penurunan berat badan mereka, peserta berhenti menurunkan berat badan pada akhir pekan.

"Hasil kami menunjukkan efek buruk perilaku gaya hidup akhir pekan pada berat badan harian, dan menunjukkan asupan makanan yang lebih tinggi pada akhir pekan adalah kontributor terbesar untuk kenaikan berat badan akhir pekan atau penghentian penurunan berat badan," kata para peneliti.

Studi lain yang diterbitkan pada 2003, menemukan rata-rata orang Amerika mengonsumsi 82 kalori lebih banyak per hari pada akhir pekan (Jumat hingga Ahad) daripada selama hari kerja (Senin hingga Kamis). Orang-orang yang berusia 19 hingga 50 tahun menunjukkan peningkatan terbesar, mengonsumsi rata-rata 115 lebih banyak kalori per hari pada akhir pekan daripada selama hari kerja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA