Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Cara Menjadi Lebih Sehat di Akhir Pekan

Jumat 01 Feb 2019 05:57 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Perempuan tidur. Ilustrasi

Perempuan tidur. Ilustrasi

Foto: Health
Jangan biarkan akhir pekan merusak kesehatan Anda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah pekan kerja yang panjang dan sibuk, mungkin Anda malas menerapkan kebiasaan sehat di akhir pekan. Tetapi penelitian menunjukkan perubahan perilaku gaya hidup selama akhir pekan dapat menyebabkan tidur yang lebih buruk dan penambahan berat badan.

Jadi jangan biarkan akhir pekan merusak kesehatan Anda. Berikut adalah lima cara untuk memiliki akhir pekan yang lebih sehat seperti yang disiarkan di Live Science.

Jangan tidur

Pada Sabtu pagi, Anda mungkin ingin berbaring di tempat tidur selama beberapa jam lebih lama. Tapi sebaiknya hindari ini jika Anda ingin meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Menurut National Sleep Foundation (NSF), tidur di akhir pekan dapat membuang jam internal tubuh Anda atau ritme sirkadian. Ini bisa membuat Anda lebih sulit tertidur pada waktu tidur yang biasa dan sulit bangun pada waktu biasa Anda bangun ketika sudah masuk minggu kerja.

Itu sebabnya yang terbaik adalah menjaga konsisten waktu tidur dan bangun Anda. NSF tidak menyarankan memiliki waktu tambahan tidur lebih dari satu jam di akhir pekan.

Berolahraga, setidaknya sekali

Jika hari kerja Anda terlalu sibuk untuk berolahraga, Anda dapat melakukannya di akhir pekan. Menurut sebuah studi baru-baru ini, Anda masih bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang serupa dengan orang-orang yang pergi ke gym setiap hari,

Dalam studi tersebut, para peneliti memeriksa apa yang disebut 'prajurit akhir pekan', yang menjejalkan latihan setara satu minggu menjadi hanya satu atau dua sesi seminggu. Para peneliti menemukan pejuang olahraga akhir pekan yang memenuhi pedoman aktivitas fisik 30 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena sebab apa pun selama periode studi sembilan tahun, dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan olahraga apa pun.

Pedoman aktivitas fisik merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas kuat per minggu. Bahkan orang yang tidak memenuhi pedoman aktivitas fisik, tetapi berolahraga satu atau dua hari seminggu, memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah daripada orang yang tidak berolahraga.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA