Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Ada Bakteri Penyakit Gusi di Otak Pasien Alzheimer

Sabtu 26 Jan 2019 17:29 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sebanyak 1 dari 10 orang tua berusia 65 tahun ke atas terkena diagnosa penyakit alzheimer.

Sebanyak 1 dari 10 orang tua berusia 65 tahun ke atas terkena diagnosa penyakit alzheimer.

Foto: EPA
Temuan ini dapat memberi cara dalam menolong orang-orang dengan Alzheimer

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri di mulut yang dapat menyebabkan terjadinya radang gusi. Berdasarkan studi terbaru, bakteri ini juga ditemukan pada otak manusia yang menderita Alzheimer.

Baca Juga

Dalam sebuah tes pada tikus, tim peneliti berhasil mengonfirmasi bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis memiliki kemampuan dan dapat bermigrasi dari mulut ke otak. Bakteri ini dapat mengeluarkan protein beracun bernama gingipain yang dapat merusak saraf otak.

Bakteri Porphyromonas gingivalis juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi amyloid beta. Amyloid beta merupakan plak otak yang selama ini diketahui berkaitan dengan Alzheimer.

Dalam tes lebih lanjut pada tikus, tim peneliti berupaya memberikan obat yang dapat memblok produksi protein beracun gingipain. Pemberian obat ini berhasil menghentikan degenerasi otak pada tikus.

Seperti dimuat dalam jurnal Science Advances, tim peneliti mengungkapkan bahwa temuan ini dapat memberi cara dalam menolong orang-orang dengan Alzheimer. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat mengingat saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer.

Berdasarkan temuan ini, tim peneliti sedang mengembangkan obat baru untuk mengobati Alzheimer. Berdasarkan WebMD, obat baru ini akan melalui uji klinis terhadap pasien Alzheimer ringan hingga sedang pada tahun ini.

Temuan terbaru ini menambah bukti keterkaitan antara penyakit gusi dan demensia. "Namun masih belum jelas apakah bakteri penyakit gusi yang sebenarnya mencetuskan Alzehimer," jelas tim peneliti. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA