Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Ini Syarat Memperbaiki Stunting di Anak

Jumat 25 Jan 2019 09:20 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Anak makan sehat

Anak makan sehat

Foto: flickr
Tanpa upaya perbaikan anak stunting bisa berdampak hingga usia dewasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia masih mengalami masalah dengan kecukupan gizi. Selain masalah kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas, ada masalah kekurangan gizi yang akhirnya menyebabkan stunting .

Prevalensi stunting di Indonesia juga masih tergolong tinggi yaitu 30,8 persen menurut data riset kesehatan dasar 2018. Angka ini bahkan masih jauh di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, memaparkan gejala klinis stunting pada anak dan dewasa. Dalam jangka pendek masa anak stunting mengakibatkan hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran lemak.

Sedangkan jangka panjang masa dewasa, gejalanya obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi dan osteoporosis.

Apakah stunting ini bisa diperbaiki? Menurutnya bila pasien stunting masih berusia dua tahun masih bisa diperbaiki. Tapi bila sudah berusia di atas dua tahun, dokter harus kerja keras.

Faktor utama dalam memperbaiki stunting adalah makan. Kalau anak mau makan, dia bisa membaik. "Kalaupun membaik dia tidak bisa seperti yang Tuhan berikan," ujarnya di sela acara media workshop MilkVersation : Hari Gizi Nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam masalah stunting, bukan pendek yang ditakutkan tapi kognitifnya. Kalau di atas dua tahun belum bisa diperbaiki maka bisa menetap IQ-nya di bawah anak-anak yang tidak stunting.

"Harusnya mereka jadi pemimpin. Tapi karena ketidakmampuan otaknya akan menjadi masalah. Kalau dibiarkan jangka panjang 65 persen alami IQ di bawah 90. Sekolah hanya sampai 3 SMP bisa mengikutinya. Kalau IQ 70 tambah berat lagi," jelasnya.

Hal ini akan menyebabkan Indonesia kehilangan bonus demografi. Tata laksana stunting yang utama menurut dokter Damayanti adalah perbaikan nutrisi yang cukup energi dan protein hewani. Selain itu stimulasi perkembangan, dan window of opportunity terbesar sebelum usia dua tahun.



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA