Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Studi: Anak Tunggal Lebih Kreatif dan Terampil Secara Sosial

Jumat 25 Jan 2019 05:58 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Anak tunggal.

Anak tunggal.

Foto: Prayogi/Republika
Sejak dulu masyarakat diajak percaya anak lebih baik bila memiliki saudara.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Semakin banyak pasangan di era modern yang lebih memilih untuk punya satu anak saja. Faktor lain seperti keterlambatan menjadi orang tua atau masalah kesuburan juga kian menambah kemungkinan lebih banyak keluarga yang memiliki anak tunggal.

Ada banyak stereotip yang dilekatkan pada anak tunggal, baik tentang perilaku ataupun kemampuan umum. Mereka kerap dianggap terlalu sensitif, kesepian, dan kurang bisa berinteraksi dalam masyarakat. Semua itu sudah dimentahkan oleh sebuah studi pada 2016.

Para peneliti dari Universitas Southwest di Cina yang menggagas riset justru mengungkap bahwa anak tunggal berpotensi tumbuh lebih kreatif. Mereka menyelidiki perbedaan kognisi dan kepribadian antara anak tunggal dengan anak yang memiliki saudara kandung.
 
Hasilnya, tidak ada perbedaan mendasar dalam kecerdasan anak tunggal dan anak lain. Hanya saja, anak tunggal cenderung mendapatkan skor fleksibilitas yang lebih tinggi. Indikator itu mengukur seberapa baik satu individu dapat berpikir di luar kotak.

Kreativitas yang lebih besar diduga karena anak tunggal mendapat lebih banyak waktu, energi, dan perhatian yang tidak terbagi dari orang tua. Tentu saja ada faktor lain yaitu lingkungan tempat anak tumbuh yang memengaruhi sel-sel otaknya.

Secara konvensional, anak tunggal sering dianggap lebih egois dan manja, juga kurang bisa bersosialisasi serta berempati. Studi tersebut dan sederet riset lain tidak sepakat, karena anak tunggal punya jumlah teman yang sama dengan anak lain yang memiliki saudara.

Sosiolog Susan Newman yang tidak terkait dengan studi turut berkomentar mengenai stereotip anak tunggal. Dia mengatakan, sejak dulu masyarakat seolah dicuci otak untuk memercayai bahwa memiliki saudara sangat menguntungkan secara sosial dan intelektual.

Menurut dia, hal tersebut tidak sepenuhnya salah tetapi sebaiknya tidak menjadi senjata untuk memberi label pada anak tunggal. Penulis buku Parenting an Only Child itu mengatakan, setiap anak bisa tumbuh dengan kemampuan optimalnya dalam kepengasuhan tepat.

"Meski anak tunggal tumbuh tanpa saudara kandung, orang tua bisa berperan besar mengajarkan kebiasaan berbagi dan berempati kepada orang lain," kata Newman, dikutip dari laman Indian Express.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA