Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Warga Jakarta Diminta Waspadai Penyakit DBD

Selasa 22 Jan 2019 18:35 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas melakukan pengasapan (fogging) guna memberantas nyamuk penyebab demam berdarah di Kebon Sirih, Jakarta, Senin (8/2).  (Republika/Yasin Habibi)

Petugas melakukan pengasapan (fogging) guna memberantas nyamuk penyebab demam berdarah di Kebon Sirih, Jakarta, Senin (8/2). (Republika/Yasin Habibi)

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) sedang marak di Jakarta. Kondisi tersebut diperkirakan bisa berlaku di daerah lain.

"Jakarta waspada demam berdarah dengue (DBD), saya rasa ini juga bisa berlaku pada daerah lain. Pasien DBD biasanya datang dengan demam rata-rata sudah lebih dari tiga hari dan pemeriksaan darah lebih lanjut mendapatkan trombosit sudah turun kurang dari 150 ribu," ujar Dekan FKUI, Prof Ari F Syam, dalam pesan singkat yang dikirimkan kepada Republika.co.id, Selasa (22/1).

Ia menjelaskan sepanjang yang ia ketahui memang terjadi peningkatan kasus DBD dalam beberapa hari terakhir. Melihat kondisi ini, masyarakat dan dokter harus waspada bahwa demam berdarah mulai mengancam Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Sebenarnya, semakin dini seseorang diketahui menderita DBD, makin mudah ditangani dan tidak mudah jatuh ke berbagai komplikasi seperti syok dan perdarahan yang lebih sulit ditangani.

"Penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia dan kasus demam berdarah dapat kita temukan sepanjang tahun," ujar dokter spesialias penyakit dalam ini.

Oleh karena itu, lanjut Prof Ari, sebaiknya masyarakat dan dokter juga sudah paham dan dapat mengenali kasus demam berdarah dengan waktu cepat. Kita berharap kasus-kasus demam berdarah tak datang terlambat ke rumah sakit. Karena makin terlambat, semakin susah untuk ditangani. Saat ini demam tinggi mendadak yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia terutama di Jakarta harus dicurigai demam berdarah sebagai penyebabnya.

Saat ini, gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa secara terus menerus, bisa naik turun dan bisa hanya 1 sampai 2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak, perlu diwaspadai kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Selain demam  tinggi yang mendadak, pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5 sampai 6 persen kasus DBD. Pasien dengan DBD juga bisa disertai keluhan kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot.

Pada penyakit DBD yang berat setelah 2 sampai 5 hari demam dapat terjadi manifestasi perdarahan, baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah. Bahkan, jika terlambat bisa saja pasien datang sudah dalam keadaan syok ditandai dengan tekanan darah yang turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, nadinya menjadi cepat. Kondisi pasien biasanya lemah dan tidak bertenaga.

Pengobatan penting dan utama dalam tatalaksana pasien dengan demam berdarah adalah menjaga sirkulasi cairan dengan infus yang cukup dan minum yang banyak. Obat-obatan yang diberikan biasanya hanya bersifat menghilangkan gejala yang muncul. Jika demam diberikan parasetamol, jika mual diberikan obat anti mual. Tetapi, tentu obat-obat ini diberikan sesuai indikasi dan bersifat sementara sesuai dengan gejala yang timbul.

Kenali penyakit demam berdarah yang saat ini sedang meningkat kasusnya pada masyarakar sekitar kita. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk, temukan jentik-jentik sekitar rumah yang terdapat genangan air. Lakukan upaya tiga M (Mengubur, Menguras dan Menutup). Mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air.




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA