Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Membahayakan, Teething Gel Bayi Diminta Ditarik dari Pasaran

Selasa 22 Jan 2019 11:36 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Gel peringan nyeri ketika tumbuh gigi

Gel peringan nyeri ketika tumbuh gigi

Foto: independent.co.uk
Memberikan pelukan atau dekapan bisa meringankan nyeri bayi yang tumbuh gigi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teething gel yang biasa digunakan sebagai pereda nyeri berbentuk gel untuk membantu meredakan sakit saat bayi tumbuh gigi diminta ditarik dari pasaran. Sampai sekarang, produk-produk seperti Bonjela dan Calgel masih tersedia di gerai-gerai swalayan.

Tetapi, mulai 1 Januari semua gel tumbuh gigi untuk bayi yang mengandung lidokain, anestesi lokal ringan dilaporkan hanya akan tersedia di belakang meja apotik.

Langkah ini mengikuti penyelidikan baru-baru ini oleh Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) yang menyatakan ada sedikit bukti gel tumbuh gigi yang mengandung anestesi efektif dalam mengurangi rasa sakit. Pejabat kesehatan justru menemukan gel hanya boleh digunakan sebagai pengobatan lini kedua, setelah mencoba metode lain untuk meringankan rasa sakit bayi, seperti menggunakan cincin tumbuh gigi yang didinginkan atau dengan cara memijat gusi.

Ulasan itu juga mengatakan apoteker harus mendiskusikan masalah ini dengan orang tua sebelum menjual gel. Dr. Sarah Branch, wakil direktur Kewaspadaan MHRA dan Manajemen Risiko Obat-obatan (VRMM), mengatakan tinjauan pihaknya menunjukkan kurangnya bukti manfaat menggunakan gel gigi.

”Untuk membantu bayi dan anak-anak dengan tumbuh gigi, orang tua dan pengasuh harus mencoba pilihan non-obat-obatan seperti menggosok atau memijat gusi atau cincin tumbuh gigi. Kami ingin memastikan Anda mendapatkan informasi yang benar tentang tumbuh gigi," kata dia, dilansir Independent.

Dia menyarankan jika anak terus memiliki masalah saat tumbuh gigi, bicarakan dengan apoteker atau profesional kesehatan Anda tentang pilihan terbaik.

Investigasi MHRA didorong oleh peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) awal tahun ini, yang menemukan bahwa menggunakan larutan lidocaine sebagai pereda nyeri untuk bayi dapat menyebabkan kejang dan bahkan kematian.

Dalam laporan baru ini, MHRA menekankan bahwa produk di Inggris kurang kuat daripada yang dijual di AS, dan karenanya, membawa risiko efek samping yang sangat kecil.

Faktanya, mereka hanya menemukan 447 laporan keracunan lidokain untuk anak-anak dalam tiga tahun dengan 437 menyebabkan kerusakan 'ringan' atau 'tidak'. Sepuluh sisanya 'tidak diketahui'.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA