Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Tantangan 10 Tahun Harus Berkutat pada Isu Bumi

Ahad 20 Jan 2019 19:22 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Indira Rezkisari

Seekor anjing laut bersandar santai di atas es di Antartika.

Seekor anjing laut bersandar santai di atas es di Antartika.

Foto: AP
Selama sedekade terakhir suhu bumi sudah meningkat 0,9 derajat celsius.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa waktu terakhir, dunia maya dipenuhi unggahan dengan tanda pagar #10yearchallenge. Pengguna media sosial diharuskan mengunggah foto perbedaan antara kini dan 10 tahun sebelumnya. Banyak di antara warganet yang menunjukkan seberapa besar perbedaan yang terjadi pada dirinya.

Namun sejatinya tantangan #10yearchallenge ini bisa lebih dari itu. Bagaimana warganet dipancing untuk mengevaluasi apa yang terjadi di sekitarnya dan membandingkan dengan keadaan 10 tahun lalu. Seperti yang diunggah salah satu pemain sepak bola dunia, Mesut Ozil yang membandingkan apa yang tampak berubah pada gunung es besar 10 tahun lalu, dengan penampakannya kini yang telah meleleh.

“Satu-satunya Tantangan # 10 Tahun yang harus kita pedulikan," tulis Ozil dalam unggahannya.

Menurut NASA, Antartika kehilangan sekitar 127 gigaton massa es setiap tahun, sementara Greenland kehilangan 286 gigaton setiap tahun. Perubahan ini, kata mereka, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya suhu global yang diserap oleh lautan. Suhu permukaan rata-rata planet ini telah meningkat sekitar 0,9 derajat Celcius sejak akhir abad ke-19 dan sekitar sepertiga dari itu terjadi pada dekade terakhir.

Kelompok aktivis lingkungan, Greenpeace juga menggunakan tantangan tagar untuk menyoroti masalah ini. Unggahan dari Greenpeace ini sedikit menekuk tantangan, dengan membandingkan foto arsip dari 1928 dengan gambar yang diambil oleh fotografer Swedia Christian Aslund pada 2002. Sedangkan Martin Kobler, Duta Besar Jerman untuk Pakistan, mencicit sebuah artikel tentang perubahan iklim di wilayah Pakistan di Balochistan.

“Perubahan iklim mengkhawatirkan! Pakistan adalah negara ke-8 yang paling terkena dampak di dunia. kekurangan air di #Balochistan membahayakan manusia & hewan. 10 tahun dari sekarang, bisa lebih baik atau lebih buruk .. tergantung pada tindakan kita hari ini," tulis Kobler.  

Selain perubahan iklim, dunia kini juga dihadapkan dengan permasalahan polisi plastik yang semakin mencemari lingkungan. Ilmuwan mendata bahwa sekitar 10 juta ton sampah plastik berakhir di lautan setiap tahun, dan beberapa di antaranya dapat memakan waktu ratusan tahun untuk biodegradasi.

Maka kampanye tagar #10yearchallenge sudah sepatutnya menjadi momen evaluasi seberapa banyak dunia berubah dalam dekade terakhir. Bagaimana menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi, dan berupaya mengembalikan keindahan dunia 10 tahun lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA