Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Kaitan Ibu dengan Jumlah Kekasih yang Anda Miliki

Ahad 20 Jan 2019 11:52 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Ani Nursalikah

Ibu Doria Ragland dan putrinya Meghan Markle.

Ibu Doria Ragland dan putrinya Meghan Markle.

Foto: AP
Namun, pengaruh ibu bukan hanya satu-satunya faktor yang mempengaruhi hubungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian menemukan keterkaitan antara kemampuan ibu menjalin hubungan dengan cara anak mereka menangani hubungan mereka. Bukan hanya gen yang diturunkan orang tua kepada kita, mereka juga mnurunkan sifat kepribadian mereka pada kita.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Ohio State University, kemampuan seseorang untuk berada dalam hubungan yang stabil sangat tergantung pada sifat kepribadian ibunya dan bagaimana dia menangani hubungannya. Sekitar 7.152 peserta mengambil bagian dalam studi ini di mana para peneliti mensurvei pengalaman hubungan mereka selama lebih dari 24 tahun.

Setelah penelitian yang ekstensif, mereka sampai pada kesimpulan jumlah pasangan romantis yang dimiliki seorang anak kemungkinan akan sama dengan yang dimiliki ibunya. Banyak berganti pasangan berarti keterampilan hubungan yang buruk.

Menurut penulis utama studi ini, Claire Kamp Dusha, ibu yang memiliki banyak hubungan romantis atau pasangan menunjukkan dia kurang memiliki keterampilan membuat hubungan berjalan. "Mungkin juga merupakan indikasi masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan hubungan tidak stabil," ujarnya seperti dilansir di Times of India, Jumat (18/1).

Setelah penelitian selesai, para peneliti sampai pada kesimpulan seorang ibu dapat meneruskan karakteristik ini kepada anak-anaknya. Seorang ibu adalah guru pertama anak mereka.

Menurut para ahli hubungan, salah satu cara paling awal yang dipelajari anak-anak tentang hubungan adalah mengamati bagaimana orang tua mereka menangani hubungan mereka. Karena seorang anak lebih dekat dengan ibunya selama masa kanak-kanak, ia cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar di tahun-tahun pembentukan anak.

Juga, ada penelitian yang menunjukkan anak-anak dari orang tua yang berpisah atau bercerai sering menghadapi masalah dalam hubungan mereka. Peluang mereka bercerai sedikit lebih tinggi daripada anak-anak yang dibesarkan orang tua dalam pernikahan yang bahagia.

Namun, ketika seorang anak tumbuh, dia belajar lebih banyak tentang hubungan melalui berbagai pemaparan. Meski pengaruh ibu mungkin memainkan peran dalam hubungan yang dimiliki seseorang, tetapi itu jelas bukan satu-satunya faktor yang bertanggung jawab untuk itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA