Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Mengapa Haid Bisa Terlambat?

Ahad 20 Jan 2019 08:45 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Sakit Perut (Ilustrasi).

Sakit Perut (Ilustrasi).

Foto: Republika/Prayogi
Siklus haid setiap perempuan bisa berbeda-beda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap perempuan yang sudah puber umumnya akan mengalami siklus haid. Meski demikian, tidak semua perempuan haid setiap bulan.

Ada yang selalu datang tepat waktu dan terkadang tidak bisa diprediksi. Ini karena siklus haid setiap perempuan bisa berbeda-beda.

Dilansir di Redorbit, siklus haid rata-rata terjadi setiap 28 hari. Ada pula yang memiliki siklus haid sekitar 21 sampai 35 hari dan itu dianggap normal untuk wanita yang belum mencapai menopause.

Jika haid terakhir Anda lebih dari 35 hari yang lalu, itu bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Salah satunya adalah kehamilan. Bisa juga karena stres, ketidakseimbangan hormon, atau pil KB, dan banyak alasan lainnya.

Masalah kesehatan kronis mungkin juga berperan. Obesitas dan penurunan berat badan yang ekstrem juga dapat menyebabkan siklus haid seseorang terlambat atau terlewat. Jika Anda bertanya-tanya "mengapa haid saya terlambat," baca terus untuk penjelasan yang lebih rinci tentang penyebab utamanya.

Kehamilan

Banyak orang sering menganggap haid terlambat itu adalah tanda masuknya periode kehamilan. Seorang ibu tidak mengalami siklus haid selama hamil. Namun, beberapa wanita memang mengalami bercak pada minggu-minggu awal.

Ketika telur dibuahi, haid berhenti dan tidak berlanjut sampai setelah anak lahir. Umumnya, seseorang dapat mengharapkan haid kembali enam hingga delapan pekan setelah melahirkan jika tidak menyusui. Jika tidak, masa tunggu dapat bervariasi dari beberapa bulan hingga akhir periode menyusui. Namun, ini hanya salah satu dari banyak penyebab potensial lainnya.

Stres

Stres diketahui menyebabkan banyak kondisi dan masalah kesehatan, termasuk siklus haid tidak teratur dengan memengaruhi hipotalamus (bagian otak yang mengatur siklus). Terlepas dari dampak langsung pada hipotalamus, stres juga dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba yang dengan sendirinya dapat mengganggu siklus haid.

Jika curiga stres menyebabkan periode haid yang terlambat atau terlewat, Anda dapat mencoba sejumlah teknik relaksasi. Misalnya, Anda bisa mulai berolahraga, meditasi, atau yoga. Selain itu, Anda dapat mengubah gaya hidup dan melatih kebiasaan yang lebih sehat seperti diet sehat, tidur lebih awal, menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah, dan lainnya.

Perimenopause

Rata-rata wanita mulai menopause sekitar usia 52 tahun. Beberapa wanita mungkin mengalaminya lebih awal atau lebih lambat. Setelah melewati 12 bulan tanpa haid, seorang wanita dianggap telah mengalami menopause.

Gejala pertama biasanya mulai sekitar 10 hingga 15 tahun sebelumnya yang berarti bahwa beberapa wanita mungkin mulai hilang atau mengalami siklus haid yang tidak teratur di pertengahan hingga akhir usia 30-an. Gejala-gejala ini dikenal sebagai perimenopausal dan merupakan sinyal kadar estrogen mulai berfluktuasi.

Baca juga: Gwyneth Paltrow Buka Suara Soal Perimenopause, Apa Itu?

Kegemukan

Kelebihan berat badan dapat memengaruhi keteraturan siklus haid juga. Hal itu telah diketahui terjadi pada orang gemuk. Namun, kombinasi dari obesitas dan periode haid yang hilang atau tidak teratur mungkin juga merupakan tanda dari masalah yang lebih dalam dan lebih serius, seperti sindrom ovarium polikistik.

Dalam kasus obesitas dan masalah haid, dokter biasanya akan melakukan tes darah dan ultrasonografi (USG) untuk pasien. Tes darah akan menunjukkan apakah ada ketidakseimbangan hormon. Sedangkan USG adalah untuk memeriksa ovarium untuk mengetahui apakah terkena sindrom ovarium polikistik atau tidak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA