Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Yuk, Hindari Obesitas dengan Lari

Ahad 20 Jan 2019 05:55 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Israr Itah

Perempuan obesitas (ilustrasi)

Perempuan obesitas (ilustrasi)

Foto: Mayo Clinic News Network
kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas pada kelompok usia produktif di atas 28 tahun. Peningkatan ini mengkhawatirkan mengingat kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit.

Prevalensi kelebihan berat badan meningkat dari 11,5 persen pada 2013 menjadi 13,6 persen pada 2018. Sedangkan prevalensi obesitas meningkat dari 14,8 persen pada 2013 menjadi 21,8 persen pada 2018.

"Fakta ini sejalan dengan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index yang menemukan bahwa profesional muda di Asia saat ini terancam masuk dalam kategori Generasi O," ungkap Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty dalam sosialisasi Sun Life Resolution Run 2019, di Jakarta dalam keterangan media yang diterima Republika.co.id, Sabtu (19/1).

Generasi O merupakan generasi yang terlalu banyak bekerja (overworked), banyak menyantap makanan tak sehat (overeating) dan hidup yang kewalahan (overwhelmed). Kombinasi ketiganya sangat berkaitan dengan penerapan gaya hidup tak sehat yang bisa berujung pada kelebihan berat badan dan obesitas.

Senada dengan Elin, dokter timnas sepak bola wanita Indonesia pada Asian Games 2018, Grace Joselini, mengungkapkan bahwa tingginya prevalensi kegemukan dan obesitas di Indonesia berbanding lurus dengan kurangnya aktivitas fisik di tengah masyarakat. Grace mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan angka masyarakat kurang gerak di Indonesia dari 26,1 persen pada 2013 menjadi 33,5 persen pada 2018.

Padahal, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat membantu menurunkan risiko beberapa penyakit. Selain itu, aktivitas fisik yang teratur juga dapat menjauhkan risiko kegemukan maupun obesitas.

"Meningkatkan kondisi kesehatan, serta kualitas hidup secara menyeluruh," kata Grace.

Ada banyak cara untuk mulai melakukan aktivitas fisik dalam keseharian. Salah satunya dengan melakukan olahraga yang sangat mendasar seperti lari.

"Olahraga mendasar seperti lari dapat dijadikan pilihan yang tepat," terang Grace.

Grace mengatakan, lari yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran tubuh serta membantu mencegah obesitas. Olahraga lari yang dilakukan secara rutin juga bisa berdampak pada peningkatan produktivitas kerja.

Bagi orang sehat, olahraga lari yang disarankan untuk dilakukan secara rutin adalah lari dengan intensitas sedang hingga tinggi. Olahraga lari sebaiknya dilakukan sebanyak tiga sampai lima kali per minggu.

Lari juga merupakan salah satu jenis olahraga yang paling banyak diminati masyarakat. Tak akan sulit untuk menemukan teman berlari agar olahraga terasa lebih menyenangkan. Ajang kompetisi lari juga bisa dimanfaatkan untuk memupuk semangat dan motivasi berolahraga.

"Karena dilakukan secara bersama-sama, serta dapat membantu memacu diri untuk terus berlatih," tutur Grace. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA