Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Alasan Kakek-Nenek Cenderung Jadi Pemicu Obesitas Anak

Jumat 04 Jan 2019 12:59 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Anak dan neneknya

Anak dan neneknya

Foto: pixabay
Kakek dan nenek cenderung lebih toleran terhadap cucunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kakek-nenek yang memberi permen dan makanan untuk anak-anak dapat menyebabkan obesitas. Dilansir di The Herald, kakek-nenek yang sering memberikan anak-anak permen dan kudapan harus menjadi sasaran dalam perang melawan obesitas masa kecil.

Para ahli mengklaim anak-anak yang diasuh oleh kakek-nenek sering diberikan cokelat dan permen. Selain itu, mereka juga sering dibawa keluar untuk bermain.

Penelitian yang mengamati keluarga di Edinburgh dan Birmingham di Inggris juga menemukan kakek dan nenek cenderung lebih toleran terhadap anak dalam menggunakan layar atau TV untuk hiburan. Studi ini menyarankan kakek-nenek menemani ibu hamil untuk pemeriksaan kesehatan atau janji dengan bidan untuk  lebih mengetahui mengenai kesehatan anak.

Bai Li, seorang dokter dari Institut penerapan penelitian kesehatan di Universitas Birmingham yang memimpin penelitian ini mengatakan, di Inggris seperempat orang tua yang bekerja mengandalkan kakek-nenek. “Kami mendapati beberapa orang tua merasa mereka tidak dapat mengkritik karena mereka mengandalkan perawatan gratis," katanya.

Dia dan timnya menyarankan kakek-nenek yang akan merawat anak di bawah usia lima tahun diberikan intervensi singkat. Caranya, dengan memanfaatkan sistem pemeriksaan kesehatan yang  diberikan kepada wanita hamil dan anak kecil oleh bidan dan petugas kesehatan.

“Kita bisa meminta mereka membawa kakek-nenek ketika pemeriksaan ibu hamil. Petugas kesehatan bisa bertanya kepada ibu apa mereka akan mengandalkan kakek-nenek untuk mengasuh anak. Saat ini, wanita tidak ditanyai hal ini," ucap Bai Li.

Hampir seperempat anak Skotlandia kelebihan berat badan atau obesitas pada saat mereka memulai sekolah dasar. Hanya tiga perempat anak-anak Skotlandia yang mendapatkan satu jam aktivitas fisik setiap hari.

Kepala eksekutif Age Scotland, Brian Sloan mengatakan pendekatan akal sehat diperlukan. "Kakek-nenek harus menghormati permintaan makanan orang tua untuk anak-anak mereka. Namun, harus juga ada diskusi untuk memahami di mana dan kapan seorang kakek-nenek dapat memanjakan cucu mereka, baik melalui pengalaman maupun makanan," kata Brian.

Menurutnya, setiap dinamika keluarga berbeda. Pilihan untuk mengajak kakek-nenek dalam janji memeriksa kesehatan ibu hamil harus menjadi pilihan, bukan keharusan, bagi orang tua.

Pemerintah Skotlandia mengatakan rencananya untuk mengurangi separuh obesitas pada 2030. Langkah yang akan ditempuh dengan memberikan informasi dan saran untuk orang tua dan wali yang dapat mencakup kakek-nenek.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA